BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

Kemnaker Latih 500 Warga Garut, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Agroforestry dari Hulu hingga Hilir

gusWedha - Minggu, 10 Mei 2026 09:44 WIB
Kemnaker Latih 500 Warga Garut, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Agroforestry dari Hulu hingga Hilir
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, saat berdialog di kawasan Papandayan, Garut, Sabtu (9/5/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GARUT - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyiapkan program pelatihan terpadu bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat ekonomi desa berbasis agroforestry.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membuka lapangan kerja baru di pedesaan melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata berbasis potensi lokal.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai usaha dari hulu hingga hilir agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi.

Baca Juga:

"Kami siap melatih 500 warga. Pemerintah desa diminta segera menyiapkan data peserta agar program ini bisa segera berjalan," ujar Yassierli saat berdialog di kawasan Papandayan, Garut, Sabtu (9/5/2026).

Desa Karamatwangi dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan agroforestry dengan dukungan kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare.

Dalam program ini, peserta akan dibekali berbagai keterampilan, mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting kopi, hingga pelatihan barista. Selain itu, pelatihan juga mencakup komoditas hortikultura seperti kentang dan cabai.

Tidak hanya sektor pertanian, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan di bidang pariwisata seperti hospitality dan tour guide untuk mendukung pengembangan wisata alam di kawasan Cisurupan.

Yassierli menegaskan, konsep pelatihan terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha baru di desa sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pelaku usaha.

"Program ini dari hulu sampai hilir. Jadi masyarakat bukan hanya punya keterampilan, tapi juga bisa membuka peluang usaha baru," katanya.

Sebelumnya, Kemnaker telah menjalankan program serupa di beberapa desa di Garut sejak 2025, dan kini diperluas ke Desa Karamatwangi serta wilayah lainnya.

Pemerintah berharap program ini dapat menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.*

(dh)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026 Usai Sabet 3 Emas dan Kalahkan Vietnam di Klasemen Akhir
Usai Divonis 7 Tahun, Ammar Zoni Dikembalikan ke Nusakambangan, Ini Penjelasan Ditjen PAS
PDIP Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, Yusril Sebut Pemerintah Bersikap Pasif Menunggu DPR
Sahroni Kaget 321 WNA Terlibat Judol di Hayam Wuruk, Apresiasi Kejelian Polri Bongkar Sindikat
Beda Pandangan dengan PDIP, Legislator PKS Sebut RUU Pemilu Lazim Jadi Inisiatif Pemerintah
Ahmad Dedi Klarifikasi Aksi Lari Usai Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Sebut untuk Hindari Framing Negatif di Publik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru