Ditanya Soal 2.000 SGD Hilang dari Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Cuma Jawab 'Maaf'
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
JAKARTA – Perdebatan mengenai usulan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu kembali mencuat di DPR RI. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menanggapi perbedaan pandangan dengan PDIP terkait usulan RUU Pemilu yang disebut sebaiknya berasal dari pemerintah.
Mardani menyebut bahwa dalam praktiknya, RUU Pemilu memang kerap berasal dari inisiatif pemerintah. Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi persoalan selama tetap dibahas bersama seluruh fraksi di DPR.
"Biasa dari pemerintah. Dari pemerintah ada kelebihan memperkuat sisi teknokratis. Kita sudah enam kali pemilu dan banyak disebut demokrasi prosedural, perlu naik kelas ke demokrasi substansial," kata Mardani, Minggu (10/5/2026).Baca Juga:
Ia menegaskan, meski berasal dari pemerintah, pembahasan RUU tetap akan melibatkan partai politik di DPR hingga mencapai kesepakatan bersama.
"Kalaupun dari pemerintah tetap akan dibahas dan disetujui semua parpol di DPR," ujarnya.
Mardani juga menilai munculnya dorongan agar RUU Pemilu segera dibahas merupakan respons atas harapan publik. Ia menyebut masyarakat menginginkan proses revisi aturan pemilu dapat segera berjalan.
"Kenapa ada ide dari pemerintah karena publik berharap segera bergulir pembahasan Revisi UU Pemilu yang belum juga berjalan. Jadi keduanya oke, yang penting segera bergulir," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR, Deddy Sitorus, menolak usulan agar RUU Pemilu menjadi inisiatif pemerintah. Ia menilai hal tersebut tidak tepat karena menyangkut kepentingan partai politik sebagai peserta pemilu.
"Yang berkepentingan terhadap pemilu itu partai politik sebagai peserta pemilu. Menyerahkan inisiatif RUU Pemilu kepada pemerintah sama saja dengan menyerahkan 'nyawa' partai politik dan demokrasi kepada kekuasaan," kata Deddy.
Deddy menegaskan bahwa RUU Pemilu merupakan regulasi vital yang tidak seharusnya dilepaskan dari inisiatif DPR. Menurutnya, dinamika perbedaan pandangan dalam politik adalah hal yang wajar.*
(d/dh)
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan pilihan kepada siswa sekolah dasar (SD) dalam menentukan
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka
PERISTIWA
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden k
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
PEMERINTAHAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur migas di Kalimantan Timur melalui pen
EKONOMI
JAKARTA Patriot Bond diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk menghimpun dana murah dalam jumlah besar di luar APBN guna membiay
EKONOMI