BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Pengangguran di Sumatera Utara Mulai Turun, Program MBG Disebut Ikut Bantu Serap Tenaga Kerja

Johan - Kamis, 14 Mei 2026 10:49 WIB
Pengangguran di Sumatera Utara Mulai Turun, Program MBG Disebut Ikut Bantu Serap Tenaga Kerja
ilustrasi Sejumlah calon pelamar kerja. (Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat adanya penurunan angka pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026. Meski penurunannya tergolong tipis, sektor pertanian masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di wilayah Sumut.

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, mengatakan jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara pada Februari 2026 mencapai 8,135 juta orang. Dari angka tersebut, sebanyak 7,727 juta orang telah bekerja, sementara sekitar 408 ribu orang masih berstatus pengangguran.

"Penduduk bekerja naik sebanyak 28 ribu orang, sementara pengangguran turun sebanyak seribu orang dibandingkan Februari 2025," ujar Misfaruddin, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga:

BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka di Sumut turun sebesar 0,04 persen poin dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap kondisi ketenagakerjaan di Sumatera Utara.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih mendominasi penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi mencapai 27,85 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 20,45 persen serta sektor Industri sebesar 10,18 persen.

Meski demikian, struktur ketenagakerjaan di Sumut masih didominasi sektor informal. Tercatat sebanyak 4,475 juta orang atau sekitar 57,91 persen bekerja di sektor informal, sedangkan sektor formal hanya menyerap 42,09 persen tenaga kerja.

Menurut Misfaruddin, kualitas tenaga kerja juga masih menjadi tantangan tersendiri. Mayoritas pekerja di Sumut didominasi lulusan SMA atau sederajat dengan persentase mencapai 29,85 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran tertinggi justru ditemukan pada lulusan Diploma I, II, dan III dengan angka mencapai 9,14 persen.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan, menilai penurunan angka pengangguran di Sumut patut diapresiasi meski belum terlalu signifikan.

Ia menyebut salah satu faktor yang membantu penyerapan tenaga kerja pada awal 2026 adalah implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

"Penyerapan tenaga kerja dari kehadiran dapur MBG menjadi salah satu pintu masuk yang membuat tingkat pengangguran alami penurunan," kata Gunawan.

Namun demikian, Gunawan mengingatkan pemerintah daerah agar tidak cepat berpuas diri. Sebab, jumlah pengangguran di Sumut dinilai masih relatif stagnan dalam beberapa tahun terakhir.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Tanjungbalai Dukung Percepatan Pembangunan Pipa Gas Sumut-Riau, Bidik Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Purbaya Tanggapi Kritik Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: “Jelek Ribut, Tinggi Ribut, Maunya Apa Sebenarnya?”
Gus Ipul Kecam Keras Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Tekankan Perlindungan Menyeluruh bagi Santri
BTN dan Pemkab Tapanuli Utara Teken Tiga MoU Strategis, Fokus Layanan Publik dan Ekonomi Daerah
Pemprov Sumut Dorong Digitalisasi ASN Lewat Learning Hub, Pelatihan Tak Lagi Terbatas Ruang Kelas
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengamat: Dampaknya Belum Dirasakan Merata oleh Masyarakat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru