BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Krisis BBM di Medan, Warga Antre Berjam-jam hingga Terlambat Kerja dan Kehilangan Penghasilan

Abyadi Siregar - Rabu, 15 Juli 2026 14:35 WIB
Krisis BBM di Medan, Warga Antre Berjam-jam hingga Terlambat Kerja dan Kehilangan Penghasilan
Antrean kendaraan di SPBU Simpang Selayang, Jalan Setia Budi, Medan, Rabu (15/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Krisis pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan mulai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Antrean kendaraan terlihat mengular di berbagai SPBU sejak pagi.

Sebagian warga bahkan harus menunggu hingga lebih dari dua jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar.

Baca Juga:

Di SPBU Simpang Selayang, Jalan Setia Budi, Medan, Rabu (15/7/2026), antrean kendaraan roda dua tampak berkelok-kelok memenuhi area pengisian.

Rudi (45), salah seorang warga yang telah mengantre sekitar satu jam, mengaku khawatir tidak kebagian BBM setelah menunggu cukup lama.

"Ngeri-ngeri sedap juga, Bang, kalau sempat dibilang minyak habis. Padahal, aku sudah lama menunggu di sini."

Di depannya masih terdapat puluhan sepeda motor yang mengantre, sementara dari belakang antrean terus bertambah.

"Semoga tidak habis, Bang," harap Rudi, yang bekerja di salah satu rumah sakit di Medan.

Situasi serupa terjadi di SPBU Jalan Jamin Ginting, sekitar tujuh kilometer dari lokasi tersebut.

Bahkan sebelum stasiun pengisian dibuka, kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga truk sudah memenuhi antrean.

Aditya (40), yang bekerja sebagai tenaga lapangan, mengatakan dirinya bersama rekannya sudah datang sejak pukul 08.30 WIB.

Namun ketika tiba, antrean sudah sangat panjang.

"Dua jam lebih sudah kami di sini, Bang," ucap Aditya sambil menunjuk rekannya yang masih berada di dalam antrean.

Hingga pukul 10.45 WIB, mereka belum juga memperoleh giliran mengisi BBM.

Menurut Aditya, keterlambatan itu membuat jadwal pekerjaan mereka ikut terganggu.

"Jam segitu waktu makan siang, terpaksa jam 1 atau jam 2 mulai kerja."

Warga Tembung, Kabupaten Deli Serdang, itu mengaku telah menghubungi pemilik rumah yang menjadi lokasi pekerjaan mereka agar memahami keterlambatan tersebut.

"Ini barusan menelepon yang punya rumah, sudah tahu dia kami isi minyak. Kami menunggu lama, mau lanjut enggak bisa, pulang lagi minyak sudah tidak ada. Dua titik lagi tadi. Bensin eceran pun tak ada."

Ia menilai kondisi tersebut membuat pendapatan hariannya ikut berkurang karena waktu kerja menjadi lebih singkat.

"Kesal-lah kayak gini, jadi dihitung setengah harilah kami ini, enggak mungkin dihitung satu harian. Gaji kami pun jadi setengah harilah."

Meski demikian, Aditya mengatakan dirinya tetap harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Namanya pemborong mana mau rugi dia, Bang. Tapi, daripada enggak ada sama sekali, gimana pun dikerjakanlah, daripada enggak makan."

Keluhan serupa disampaikan Hendra (43), teknisi pendingin ruangan (AC) yang juga ikut mengantre di SPBU yang sama.

Menurut Hendra, seharusnya ia sudah tiba di rumah pelanggan sejak pukul 09.00 WIB. Namun panjangnya antrean membuat pekerjaannya tertunda.

"Aku juga sudah lima kali ditelepon yang punya AC karena belum sampai di rumahnya."

Hendra mengaku telah menjelaskan kepada pelanggannya bahwa dirinya masih terjebak antrean BBM. Ia berharap pelanggan dapat memahami situasi yang terjadi.

"Mudah-mudahan sabar dia. Kami mau service AC-nya. Kami akan ke rumahnya karena dipesan lewat Facebook. Kami kan buka layanan di situ."

Kelangkaan BBM yang terjadi di Medan tidak hanya memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Pekerja harian, teknisi, hingga pelaku usaha kecil mengaku kehilangan waktu produktif dan berpotensi mengalami penurunan pendapatan akibat sulitnya memperoleh bahan bakar.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ijeck Desak Jalur Kereta Medan-Aceh Segera Dilanjutkan, Solusi Kurangi Macet dan Polusi
Bupati Tanjung Jabung Timur Tegaskan Investasi Harus Bersih dari Pungli, Polemik Pembangunan PKS PT AMA Disorot
6 Bulan Jalan Rusak Parah, Warga Desa Sibulan Bulan Minta Bupati Taput Segera Bertindak: Tolonglah Pak, Jangan Tunggu Ada Korban Baru Diperbaiki
Dua Terdakwa Korupsi Proyek Jalur Kereta Api DJKA Medan Ajukan Banding, Ini Alasannya
Berbeda dengan Indonesia, Guru di 20 Negara Ini Bergaji Fantastis!
Polda Sumut Turun Tangan Atasi Antrean BBM di Medan, Delapan Personel Dikerahkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru