BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung di LNG Abadi Masela, Sebut Berutang kepada Masyarakat Maluku

Nurul - Kamis, 16 Juli 2026 15:00 WIB
Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung di LNG Abadi Masela, Sebut Berutang kepada Masyarakat Maluku
Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi video dari Jakarta, Kamis (16/7/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Bahlil, proyek yang telah direncanakan sejak 28 tahun lalu tersebut sempat tertunda akibat perdebatan terkait konsep pembangunan, apakah fasilitas utama dibangun di laut (offshore) atau darat (onshore).

"Pada hari ini, 16 Juli 2026, ini menandai babak baru proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, sudah 6 presiden, Presiden Prabowo Subianto-lah yang bisa mengeksekusi hari ini," kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, melalui arahan Presiden Prabowo, pemerintah akhirnya menyelesaikan berbagai perdebatan dan mendorong percepatan pelaksanaan proyek tersebut.

"Saya harus sampaikan karena proyek ini sudah lama terkatung-katung, perdebatannya antara di laut atau di darat, dan ini perdebatan sudah sangat panjang," ujarnya.

"Tapi atas bimbingan, arahan, dan perintah kepada kami sebagai pembantu Presiden untuk segera mengeksekusi, melakukan asistensi, dan memberikan penegasan kepada seluruh konsesi-konsesi perizinan minyak atau gas yang telah diberikan, yang sudah selesai POD tapi tidak bisa dilaksanakan segera diberikan instruksi cepat. Maka atas dasar itu, surat peringatan pertama kepada invest kita layangkan dan alhamdulillah hari ini kita lakukan groundbreaking untuk pembangunan berikutnya," lanjut Bahlil.

Investasi USD20,9 Miliar dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Proyek LNG Abadi Masela berada sekitar 170-180 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Proyek ini dikembangkan melalui skema cost recovery Production Sharing Contract (PSC) oleh INPEX Masela Ltd sebagai operator.

Komposisi kepemilikan proyek tersebut terdiri atas INPEX Masela Ltd sebesar 65 persen, PT Pertamina (Persero) sebesar 20 persen, dan Petronas sebesar 15 persen.

Nilai investasi proyek ini mencapai USD20,9 miliar atau sekitar ratusan triliun rupiah.

Nantinya, proyek tersebut ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Setelah melewati proses pengembangan sejak kontrak ditandatangani pada 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menyiasati Utang Negara
Viral Pesan "Turunkan Prabowo" di Grup WhatsApp, Bupati Deli Serdang Copot Kepala Kesbangpol dan Ketua FKDM
MBG Bakal Disalurkan Lewat Kantin Sekolah? Ini Respons Presiden Prabowo
IHSG Dibuka Menguat ke 6.058, Saham Big Caps Kompak Naik
Pemerintah Beri Waktu Satu Bulan untuk Benahi Program MBG
Bupati Batu Bara Buka TMMD ke-129 Kodim 0208/Asahan, Fokus Bangun Infrastruktur dan Perkuat Sinergi TNI-Rakyat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru