Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.
Rupiah bahkan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS di pasar spot.
Mengacu data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.020 per dolar AS sekitar pukul 10.10 WIB.
Baca Juga:
Posisi tersebut melemah 42 poin atau 0,23 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah pada hari itu juga dilaporkan berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.
Bank Indonesia menyebut tekanan tersebut antara lain berasal dari kekhawatiran terhadap inflasi global, risiko fiskal, kenaikan harga minyak, serta meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri.
Ekonom Senior Universitas Paramadina sekaligus praktisi kebijakan publik Wijayanto Samirin mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan internal.
Menurut dia, dunia saat ini menghadapi kondisi suku bunga yang relatif tinggi.
Kenaikan suku bunga acuan di Jepang dan AS kemudian diikuti sejumlah negara, termasuk negara-negara Eropa.
"Kenaikan suku bunga tersebut membuat nilai tukar mereka relatif menguat," ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Selain kebijakan suku bunga, konflik di Timur Tengah turut meningkatkan risiko geopolitik dan ekonomi global.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.