BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Faktor Pemicunya

Administrator - Selasa, 29 September 2026 19:10 WIB
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Faktor Pemicunya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Selain itu, terdapat arus keluar dana dari portofolio aset negara-negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil obligasi.

Bank Indonesia memastikan akan terus berada di pasar untuk menjaga mekanisme pasar sekaligus mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental ekonomi.

BI melakukan intervensi melalui sejumlah instrumen, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," tegasnya.

BI juga terus melakukan koordinasi dengan korporasi dan pelaku pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," tuturnya.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, BI menyebut pergerakan mata uang Indonesia masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.

Secara quarter-to-date (qtd), rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,67 persen.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026.

Dengan demikian, pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS dipengaruhi oleh kombinasi tekanan global dan domestik.

Faktor tersebut antara lain kenaikan harga minyak, kekhawatiran inflasi global, ekspektasi kebijakan moneter AS, kenaikan kebutuhan dolar importir, serta arus dana keluar dari aset negara berkembang.* (km/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Buka FSQ 2026, 626 Peserta dari 25 Kecamatan Siap Berlomba
Misi Dagang Jatim-Sumut di Medan Tembus Rp2,5 Triliun, Bobby Nasution Dorong UMKM Naik Kelas
Ombudsman Temukan Jalur Belakang Lapas Cibinong Tak Berpagar dan Terhubung ke Permukiman Warga
Realisasi TKD Sumut Baru 17,55 Persen, Bobby Nasution Ungkap Penyebab Lambatnya Penyerapan
Bobby Nasution Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi di PT PSU, Potensi Pendapatan Hilang Rp73,8 Miliar
Pemprov Sumut Dorong Revisi UU SPPN, Minta Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah Disinkronkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru