Ketegangan meningkat, hingga seorang LC memanggil G untuk melerai. Namun bukannya meredam, G justru menjadi sasaran pemukulan.
"Awalnya karena ada warga sipil jual inex palsu. Mereka marah. Sekuriti G datang mau melerai, tapi malah dipukul karena disangka teman orang yang dipukul," ujar seorang sumber GMC yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia juga mengkritik lemahnya standar operasional di klub malam tersebut.
"Seharusnya sekuriti pakai seragam, biar jelas mana petugas mana pengunjung," katanya.
Melalui pesan WhatsApp, G menceritakan bahwa ia dipanggil untuk menengahi keributan di dalam ruang diskotek.
Namun suasana yang penuh musik membuat komunikasinya tak terdengar.
"Aku cuma jalankan tugas. Tapi seragam kami sama saja dengan pengunjung, SOP memang kurang. Mereka kira aku kawan orang yang mereka pukul," ujarnya.
Menurut G, lampu putih sempat dinyalakan sebagai tanda situasi darurat, tetapi musik tetap dibiarkan menyala sehingga suasana semakin kacau.
"Aku bilang jangan ribut di sini. Tapi mungkin mereka anggap aku pengunjung, makanya aku juga kena gebok. Untung aku sempat lari," tuturnya.