Terpukau Danau Toba, Pelari 34 Negara Bilang “Ini Surga” di Trail of The Kings UTMB 2026
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan eks Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Heri Sudarmanto, menampung uang hasil pemerasan terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) menggunakan rekening kerabatnya.
Jumlah aliran uang yang diterima Heri diperkirakan mencapai Rp12 miliar, termasuk setelah dirinya pensiun.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penerimaan uang itu dilakukan sejak Heri menjabat sebagai Direktur PPTKA (2010–2015), Dirjen Binapenta (2015–2017), Sekjen Kemnaker (2017–2018), hingga Fungsional Utama (2018–2023).Baca Juga:
Bahkan, menurut Budi, dugaan aliran uang tersebut masih berlangsung sampai 2025.
"Penyidik masih akan terus melacak dan menelusuri dugaan aliran-aliran yang terkait dengan perkara ini. Diduga pola pungutan tidak resmi seperti ini sudah terjadi sejak lama," ujar Budi, Jumat (16/1/2026).
Heri Sudarmanto ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Oktober 2025, sehari setelah rumahnya digeledah oleh penyidik KPK.
Dalam penggeledahan itu, aparat menyita sejumlah aset termasuk satu unit mobil dan tanah di Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya pemulihan aset (asset recovery) dari tindak pidana korupsi.
Selain Heri, KPK telah melimpahkan berkas dan barang bukti untuk delapan tersangka lain.
Mereka adalah pejabat dan staf di Direktorat PPTKA Ditjen Binapenta dan PKK Kemenaker, antara lain:
- Suhartono dan Haryanto, mantan Dirjen Binapenta dan PKK.
- Wisnu Pramono, mantan Direktur PPTKA.
- Devi Anggraeni, Koordinator dan Direktur PPTKA periode 2020–2025.
- Gatot Widiartono, Koordinator Analisis dan Pengendalian TKA.
- Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin, dan Alfa Eshad, staf di Direktorat Binapenta dan PPTKA.
KPK menduga total uang pemerasan yang diterima para tersangka dan pegawai Ditjen Binapenta serta PPTKA mencapai Rp53,7 miliar, yang sebagian digunakan untuk kepentingan konsumtif seperti makan-makan para pegawai.
Kasus ini menjadi salah satu sorotan lantaran aliran dana yang berasal dari pemohon RPTKA dianggap berlangsung sistematis dan bertahun-tahun, sehingga KPK menekankan pentingnya penyidikan tuntas dan pemulihan aset.*
(vobi/ad)
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) ter
EKONOMI
SEMARANG Perjalanan hidup seseorang terkadang tidak hanya ditentukan oleh satu profesi atau satu bidang yang ditekuni. Hal itu tergambar
SOSOK
JAKARTA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal S.E., M.AP., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabup
PEMERINTAHAN