Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Modus operandi yang digunakan adalah ship-to-ship, di mana kapal yang digunakan oleh tersangka MR dan ZS bergerak ke tengah laut untuk melakukan perpindahan barang," jelas Kombes Calvijn.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa sabu disamarkan dengan rapi, dimasukkan ke dalam jerigen yang dimodifikasi seolah-olah berisi bahan bakar solar.
Modifikasi ini bertujuan agar tidak menimbulkan kecurigaan saat proses distribusi.
Bahkan, dalam pengembangan kasus, ditemukan hingga 17 drum serupa yang berisi narkoba yang dijahit dengan rapat.
Selain itu, terungkap juga bahwa para tersangka mengalami peristiwa perampokan di tengah laut saat membawa narkoba tersebut.
Kejahatan yang terjadi di tengah laut ini menambah kompleksitas penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Sejauh ini, kami terus mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu ini," tambah Calvijn.
Pihak kepolisian saat ini terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap lebih lanjut jaringan narkoba yang terlibat dalam penyelundupan ini.
Polisi juga berkomitmen untuk memerangi peredaran narkoba dengan berbagai metode canggih yang digunakan oleh para pelaku.
Penyelundupan narkotika dengan modus-modus baru seperti ini semakin menunjukkan betapa terorganisirnya jaringan narkoba yang beroperasi lintas provinsi dan bahkan lintas negara.
Keberhasilan polisi dalam menggagalkan peredaran sabu ini merupakan salah satu prestasi besar dalam upaya pemberantasan narkoba.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.