Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
MEDAN – Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial CHS menjadi perhatian publik setelah sejumlah pengakuan korban muncul di media sosial.
Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga berisi tindakan pelecehan diunggah melalui akun Instagram @chardtogi_ dan @manusiagoblokusu.
Unggahan itu kemudian memicu munculnya pengakuan dari sejumlah orang yang mengaku pernah mengalami perlakuan serupa.Baca Juga:
Salah satu pihak yang mengungkap kasus ini, R, mengatakan awalnya mengetahui dugaan pelecehan setelah seorang temannya mengaku mendapatkan perlakuan tidak pantas dari CHS.
"Awalnya info dari teman dekat wanita saya yang masuk ke USU terus dia ngadu ke saya kalau kakak kelasnya ganggu dia. Saya tanya gangguannya seperti apa dan dia langsung kirim saya screenshot-annya antara pelaku sama teman saya ini," ujar R.
Menurut R, isi percakapan tersebut diduga berisi ajakan yang mengarah pada pelecehan seksual, termasuk ajakan bertemu secara pribadi, melakukan video call sex (VCS), hingga permintaan mengirimkan foto pribadi.
"Isi chatnya itu seperti melecehkan teman saya seperti 'ayo masuk ke mobilku, kita ciuman dan pelukan', terus ngajak-ngajak VCS," katanya.
Setelah informasi tersebut dibagikan ke media sosial, sejumlah korban lain mulai bermunculan dan menyampaikan pengalaman mereka.
R menyebut terdapat sekitar 66 korban yang telah teridentifikasi berdasarkan laporan yang masuk dan bukti yang dikumpulkan.
Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 60 korban perempuan dan enam korban laki-laki.
"Korban yang tercatat sampai sekarang dengan bukti yang valid ada sekitar 60 perempuan dan enam laki-laki," ujarnya.
Ia mengatakan dugaan modus yang dilakukan pelaku memiliki pola serupa, yakni mengirim pesan pribadi dengan muatan tidak pantas, mengajak korban melakukan VCS, meminta foto pribadi, hingga mengajak bertemu di tempat tertentu.
"Pelaku ini merupakan mahasiswa angkatan 2025 di Jurusan Akuntansi FEB USU. Dia sering mengajak korban untuk VCS, check in, kemudian meminta korban mengirim foto atau selfie yang memperlihatkan bagian intim. Korban mengaku terus-menerus dipaksa meski sudah menolak," jelasnya.
Selain melalui komunikasi digital, beberapa korban juga mengaku mengalami tindakan yang membuat mereka merasa takut dan tidak nyaman.
"Ada yang mengaku diikuti hingga ke tempat kos sampai menimbulkan rasa takut dan trauma. Mayoritas korban ini merupakan mahasiswa USU," ungkap R.
Pihak Universitas Sumatera Utara menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan kasus tersebut.
Manajer Humas dan Promosi USU, Dr. Irsan Mulyadi, mengatakan pihak kampus langsung melakukan koordinasi setelah informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut muncul.
Menurutnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU telah menerima laporan dari korban dan menghimpun informasi awal sebagai dasar tindak lanjut.
"FEB USU sudah menerima laporan, mendengarkan keterangan korban dan menghimpun informasi awal sebagai dasar tindak lanjut," kata Irsan.
Ia menjelaskan, pada Kamis (9/7/2026), sejumlah korban telah hadir ke fakultas untuk menyampaikan pengaduan secara langsung dengan didampingi pihak organisasi mahasiswa.
USU juga telah berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) untuk menangani laporan tersebut sesuai aturan yang berlaku.
Irsan memastikan identitas korban akan dijaga dan pihak kampus menyediakan pendampingan apabila korban membutuhkan bantuan, termasuk pendampingan psikologis.
"Kalau seandainya ada korban lain, kami meminta agar segera melapor ke Satgas PPKS. Untuk identitas kami rahasiakan dan jika butuh pendampingan misalnya pendampingan psikologis," ujarnya.
Hingga Jumat (10/7/2026), Satgas PPKS USU telah menerima 10 laporan resmi dari korban.
Laporan tersebut sebagian besar berkaitan dengan dugaan pelecehan melalui media sosial dan komunikasi daring.
USU menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Pihak kampus mengimbau seluruh pihak yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait agar segera melapor melalui jalur resmi.
"Kami mengajak seluruh sivitas akademika tetap tenang, tidak berspekulasi dan memberikan kepercayaan kepada proses penanganan resmi yang sedang berjalan," ujar Irsan.
Sementara itu, sejumlah pihak berharap kasus ini dapat ditangani secara transparan dan memberikan perlindungan kepada seluruh korban.
Mereka juga meminta agar proses hukum maupun sanksi akademik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.* (dtmdisr/ad)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK