Minta Kader Jadi Jubir Prabowo, Gerindra Sumut: Jangan Biarkan Presiden Sendirian Lawan Penentang
MEDAN Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Utara (Sumut) Sugiat Santoso meminta seluruh kader Gerindra yang berada di lembaga eksekutif
POLITIK
ASAHAN – Dua pria di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diamankan polisi setelah diduga mencuri sekarung beras dari sebuah toko grosir.
Keduanya sempat menjadi sasaran amukan warga setelah aksinya diketahui.
Peristiwa tersebut kemudian berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan melalui mekanisme restorative justice.Baca Juga:
Video yang memperlihatkan dua pria tersebut saat diamankan warga beredar di media sosial.
Dalam video yang dilihat pada Minggu (6/9/2026), keduanya tampak terduduk dan beberapa kali mendapat pukulan dari warga.
Dalam potongan video lainnya, kedua pria tersebut kemudian digiring menuju mobil patroli polisi.
Meski sudah diamankan, sejumlah warga masih terlihat memukul keduanya sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam mobil polisi.
Kapolsek Kota Kisaran Timur IPTU Riki Hamdani membenarkan adanya kejadian tersebut.
Polisi mengamankan dua pria yang masing-masing berinisial JS, 42 tahun, dan MR, 27 tahun.
"Benar, ada kami amankan dua orang pria masing-masing berinisial JS, 42 tahun, dan MR, 27 tahun," kata Kapolsek Kota Kisaran Timur IPTU Riki Hamdani kepada wartawan, membenarkan kejadian tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pria tersebut mengaku mengambil beras seberat 10 kilogram dari toko grosir milik warga.
Keduanya disebut mengaku melakukan pencurian karena tidak memiliki uang untuk membeli beras.
"Pengakuannya tak punya uang untuk membeli beras. Kami sudah memanggil saksi-saksi dan korban dan sudah ada penyelesaian kesepakatan," kata Kapolsek.
Polisi kemudian mempertemukan pihak korban dan kedua pria tersebut untuk menyelesaikan perkara.
Dari proses tersebut, korban menyatakan telah memaafkan keduanya.
Riki mengatakan perkara tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum lebih jauh. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
"Korban memaafkan kedua pelaku sehingga perkara diselesaikan dengan kekeluargaan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri jika mendapati tindakan kriminal dilakukan pelaku," ujarnya.
Penyelesaian melalui restorative justice tersebut menjadi akhir dari perkara setelah adanya kesepakatan antara korban dan kedua pria yang diamankan polisi.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana.
Jika menemukan dugaan pencurian atau tindak kriminal lainnya, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum.* (mi/ad)
MEDAN Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Utara (Sumut) Sugiat Santoso meminta seluruh kader Gerindra yang berada di lembaga eksekutif
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas memastikan dua kepala lingkungan (kepling) yang ditangkap polisi karena diduga terlibat peredaran narkoba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana untuk membayar kewajiban utang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) s
EKONOMI
JAKARTA UndangUndang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Guga
NASIONAL
MEDAN Fenomena matahari berwarna merah menghebohkan warga Kota Medan pada Minggu (6/9/2026) sore. Fenomena yang berlangsung hingga matahar
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan lereng bukit Paropo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Sabtu (5/9/2026)
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (7/9/2026). IHSG turun 0,25 atau 16,80 poin
EKONOMI
JAKARTA Empat gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu berdekatan pada Minggu (6/9/2026). Keempatnya yakni Gunung A
NASIONAL
MEDAN Sumatera Utara berpotensi menghadapi sejumlah bencana hidrometeorologi sepanjang September hingga Oktober 2026. Mengantisipasi kondi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini berangsur berges
NASIONAL