Retno Marsudi Bertemu Presiden Tokayev, RI Perkuat Kerja Sama Air dan Iklim dengan Kazakhstan
ASTANA Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu langsung dengan Presiden Kazakhstan KassymJomar
INTERNASIONAL
JAKARTA — Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan patroli di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terutama setelah ditemukannya tujuh mayat di Kali Bekasi, yang diduga terkait dengan tawuran antar kelompok. Upaya ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa patroli oleh aparat kepolisian tidak akan surut. “Tentunya patroli akan terus kita gencarkan, tidak boleh kendur. Anggota diminta untuk terus melakukan patroli siang-malam,” ujarnya saat konferensi pers. Patroli ini bukan hanya sebagai respons terhadap insiden tragis, tetapi juga merupakan langkah proaktif untuk mencegah tawuran dan kejahatan jalanan lainnya.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan bisa menumbuhkan rasa aman. Ade Ary menambahkan, “Patroli itu sebuah keharusan, wujud keberadaan polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.”
Polda Metro Jaya juga mengandalkan Tim Patroli Perintis Presisi, yang dinilai efektif dalam mencegah terjadinya tawuran. Ade Ary menyatakan, “Banyak kejadian tawuran yang dicegah. Artinya, sebelum terjadinya tawuran, polisi sudah membubarkan. Kumpul-kumpul anak-anak di malam hari kita bubarkan bertujuan untuk mencegah terjadinya tawuran.”
Polisi mengingatkan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku tawuran. “Meski belum terjadi tawuran, kalau dia kedapatan membawa senjata tajam akan ditindak tegas,” tegasnya. Ini menunjukkan komitmen Polda Metro untuk tidak memberikan toleransi terhadap aksi-aksi kekerasan di jalanan.
Selain peran polisi, Ade Ary juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua dan guru, untuk berperan aktif dalam mencegah tawuran. “Diperlukan peran serta orang tua, guru, tokoh masyarakat, semua elemen dalam mencegah tawuran. Ini bukan tugas polisi semata,” ungkapnya.
Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, Polda Metro Jaya berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Sekolah juga diharapkan memberikan pembinaan dan edukasi kepada siswa agar tidak terlibat dalam tawuran.
(K/09)
ASTANA Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu langsung dengan Presiden Kazakhstan KassymJomar
INTERNASIONAL
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membahas rencana penambahan kuota Progr
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Minggu (26/4/2026), terpantau tidak mengalami peruba
EKONOMI
ISTANBUL Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan dalam kondisi tekanan, ancaman, maupun b
INTERNASIONAL
JAKARTA Pasangan selebritas El Rumi dan Syifa Hadju resmi melangsungkan pernikahan hari ini, Minggu (26/4/2026), di sebuah hotel mewah k
ENTERTAINMENT
MEUREUDU Dr. Munawar Ibrahim, SKM, MPH resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Mus
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Amerika Serikat Donald Trump dievakuasi oleh Secret Service setelah terdengar suara tembakan dalam sebuah acara b
INTERNASIONAL
JAKARTA Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pengujian lanjutan terhadap
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyebut program Sekolah Rakyat sebagai jembatan emas bagi keluarga miskin d
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan praktik suap kepada penyelenggara pemilu yang bertujuan untuk memani
POLITIK