Mahfud MD Kuliti Dugaan Bobrok Anggaran MBG, Singgung Mobil hingga Kaos dari Dana Negara
JAKARTA Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti dugaan ketimpangan dalam pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di
POLITIK
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bergerak cepat membantu warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran besar di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya bersama KJRI Kota Kinabalu terus memantau perkembangan dan melakukan pendampingan terhadap WNI korban kebakaran.
"Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan dan melakukan pendampingan dalam penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia," kata Heni, Senin (20/4/2026).Baca Juga:
Ia menjelaskan, sebagian besar penghuni kawasan permukiman yang terbakar merupakan WNI yang menikah dengan warga setempat, selain warga negara Malaysia dan Filipina.
Namun, jumlah pasti WNI yang terdampak hingga kini masih dalam proses pendataan.Kemlu RI bersama KJRI Kota Kinabalu juga telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memperoleh data akurat serta memastikan penanganan pengungsi dan distribusi bantuan berjalan lancar.
Berdasarkan laporan di lapangan, para korban saat ini telah ditempatkan di lokasi penampungan sementara dan mendapatkan bantuan dari otoritas setempat.Selain itu, KJRI Kota Kinabalu juga menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.
"Saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak," ujarnya.
Kemlu juga mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah.
Sementara itu, berdasarkan laporan media setempat, lebih dari 9.000 warga terdampak kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, pada Minggu (19/4) dini hari.
Sekitar 1.000 dari 1.200 rumah dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, meski sejumlah warga dilaporkan mengalami cedera saat menyelamatkan diri dan harta benda.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim turut menyampaikan keprihatinannya dan meminta agar keselamatan korban serta penyaluran bantuan menjadi prioritas utama.*
JAKARTA Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti dugaan ketimpangan dalam pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di
POLITIK
JAKARTA Mantan Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara terkait laporan dugaan makar dan penghasutan yang dilayangkan terhadap Guru Besar Il
POLITIK
WASHINGTON Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan yang terjadi saat acara makan malam koresponden di
INTERNASIONAL
YOGYAKARTA Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, terus menuai sorotan publik. Wakil K
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Polresta Yogyakarta menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anakanak di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumatera Utara) meraih penghargaan Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri (Kementeri
PEMERINTAHAN
JAKARTA DPR RI mendorong proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan dengan metode jemput bola, tetapi juga harus berbas
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan di tingkat pedagang eceran terpantau bergerak beragam pada Minggu (26/4/2026), dengan telur ayam ras
EKONOMI
JAKARTA Badan Pangan Nasional (Badan Pangan Nasional) meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih ketat dan te
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan kualitas rumput Stadion Utama Sumut akan membaik sebelum pelaksanaan Piala AFF U19
OLAHRAGA