BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

Inggris dan Indonesia Luncurkan Kemitraan Maritim Strategis, Perkuat Pertahanan dan Industri Kapal Nasional

Adam - Jumat, 24 April 2026 18:43 WIB
Inggris dan Indonesia Luncurkan Kemitraan Maritim Strategis, Perkuat Pertahanan dan Industri Kapal Nasional
Indonesia-Inggris jalin kerja sama di bidang kemaritiman. (Foto: Dok. Kedubes Inggris)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah Inggris dan Indonesia resmi meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP) sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama di bidang maritim, pertahanan, industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Peluncuran program tersebut digelar di Jakarta pada Kamis (23/4/2026) dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, CEO Babcock David Lockwood, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey.

Program kemitraan ini diinisiasi oleh Babcock International Group bersama Kedutaan Besar Inggris, Kamar Dagang Inggris (BritCham), serta mitra strategis di Indonesia. Dalam implementasinya, MPP menandatangani empat nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor pendidikan, riset, industri pertahanan, dan pembuatan kapal.

Baca Juga:

Salah satu poin kerja sama adalah pemberian 30 beasiswa Chevening bagi mahasiswa Indonesia selama tiga tahun ke depan untuk mencetak calon pemimpin di sektor maritim dan industri strategis.

Selain itu, kerja sama juga melibatkan konsorsium enam universitas dari Indonesia dan Inggris untuk penguatan riset, inovasi, dan pengembangan keterampilan, termasuk Universitas Indonesia, ITS, serta University of Edinburgh dan University of Glasgow.

Di sektor industri, Babcock menjalin kolaborasi dengan PT Len Industri untuk pengembangan teknologi maritim dan pertahanan, termasuk potensi optimalisasi fasilitas DEFEND ID. Sementara itu, kerja sama juga dijajaki dengan PT Citra Shipyard terkait pembuatan kapal, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok industri.

CEO Babcock David Lockwood menyebut Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pengembangan sektor maritim.

"Kami berkomitmen berinvestasi pada masyarakat Indonesia, industri Indonesia, dan masa depan Indonesia sebagai negara maritim yang terkemuka," ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menilai program ini sebagai bentuk nyata kemitraan strategis kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, kebebasan navigasi, serta tatanan internasional berbasis aturan.

Sementara itu, Ketua BritCham Indonesia Ian Betts menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada sektor pertahanan, tetapi juga mendorong penguatan industri lokal dan transfer keterampilan untuk ekosistem maritim Indonesia.

Program MPP ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan maritim senilai 4 miliar poundsterling yang telah disepakati pada November 2025, sekaligus tindak lanjut kemitraan strategis yang diluncurkan pada pertemuan tingkat tinggi IndonesiaInggris sebelumnya.*

(mt/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dolar AS Tembus Rp 17.300, BI Ungkap Penyebab Penguatan Rupiah Tertekan Faktor Perang dan Arus Modal Global ke AS
Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Indonesia Tak Bisa Pungut Kapal Sembarangan
Indonesia Tegaskan Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka, Menlu Singgung UNCLOS PBB
PHI Tegaskan Peran Media di Industri Migas, Dorong Sinergi untuk Energi Nasional Berkelanjutan
Innalillahi, 1 Jemaah Haji Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung, 3 Dirujuk ke RS di Tengah Cuaca Panas
Pemkot Medan Pastikan Jembatan Gang Damai Dibangun Tanpa APBD, Libatkan TNI dan Tunggu Izin Lahan KAI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru