BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Lagi! Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, PBB Angkat Suara

Adelia Syafitri - Sabtu, 25 April 2026 09:46 WIB
Lagi! Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, PBB Angkat Suara
Praka Rico Pramudia, seorang prajurit Indonesia yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan pada 29 Maret 2026. (foto: @drhossamsamy65/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NEW YORK — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak penghentian seluruh serangan di Lebanon menyusul meningkatnya korban dari pasukan penjaga perdamaian, termasuk seorang prajurit Indonesia yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Prajurit tersebut, Praka Rico Pramudia, meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada 29 Maret 2026.

Ia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut sebelum dinyatakan wafat.

Baca Juga:

Dalam pernyataan di platform X, Guterres menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan.

"Saya sangat berduka mengetahui seorang penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia kembali meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah insiden pada bulan Maret," kata Guterres, Sabtu, 25 April 2026.

Berdasarkan temuan awal UNIFIL, insiden tersebut bermula ketika tembakan dari tank Pasukan Pertahanan Israel menghantam posisi pasukan PBB di Lebanon selatan.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan pemulihan bagi personel lain yang terluka.

Juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, menegaskan bahwa insiden yang menimpa personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.

Ia menyebut hingga kini sedikitnya enam pasukan UNIFIL telah tewas di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.

UNIFIL sendiri menyatakan bahwa Praka Rico mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di pangkalan Adchit al-Qusayr sebelum akhirnya meninggal dunia.

Misi PBB itu juga menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional dan berpotensi sebagai kejahatan perang.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukan investigasi menyeluruh serta akuntabel.

Indonesia menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar.

Di tengah eskalasi konflik, PBB kembali menegaskan pentingnya semua pihak mematuhi hukum humaniter internasional serta menjamin keselamatan personel dan fasilitas PBB di wilayah konflik.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejahatan Digital Kian Canggih, Indonesia–China Dorong Kerja Sama Pertukaran Data
Kopral Rico Pramudia Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Usai Dirawat di RS Beirut
Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Indonesia Tak Bisa Pungut Kapal Sembarangan
Indonesia Tegaskan Tidak Akan Kenakan Tarif di Selat Malaka, Menlu Singgung UNCLOS PBB
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Minggu, AS Jadi Fasilitator Pembicaraan
Sidang dr. Ratna Setia Asih, Ahli Forensik: Tanpa Autopsi, Penyebab Kematian Tak Bisa Dipastikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru