Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menerima kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Republik Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta (12/5). (Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Vivian membandingkan kondisi tersebut dengan situasi di Selat Hormuz yang sempat terdampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memengaruhi pasokan energi dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara.
"Kita semua menghadapi konsekuensi dari penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan energi ke Asia, termasuk inflasi akibat kenaikan harga energi," ujar Vivian.
Dalam pernyataannya, Vivian juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Iran dan mengundang pihak Iran untuk melihat langsung pentingnya perdamaian serta kepatuhan terhadap hukum laut internasional.
Vivian kemudian menyinggung keberhasilan Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam menjaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka sebagai jalur perdagangan vital dunia.
"Ketiga negara telah mampu menjaga Selat Malaka dan Singapura sebagai jalur air yang terbuka, aman, dan vital bagi dunia," katanya.
Ia menilai kerja sama tiga negara tersebut yang berbasis pada hukum laut internasional atau UNCLOS dapat menjadi model bagi kawasan lain di dunia dalam menjaga stabilitas jalur perdagangan global.
Menurut Vivian, keberhasilan kerja sama di kawasan Selat Malaka tidak lepas dari peran Indonesia yang dinilai mampu menjaga koordinasi efektif bersama dua negara lainnya.
"Keberhasilan Indonesia dan kerja sama yang efektif di kawasan ini memiliki dampak besar, tidak hanya bagi ASEAN, tetapi juga sebagai contoh positif bagi dunia," ujarnya.*
(d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Menlu Singapura Soroti Selat Malaka dan Hormuz, Sebut Kerja Sama RI Jadi Contoh Stabilitas Dunia