BREAKING NEWS
Minggu, 12 Juli 2026

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 4.333 Jiwa, Ribuan Orang Masih Mengungsi

Adelia Syafitri - Minggu, 12 Juli 2026 08:12 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 4.333 Jiwa, Ribuan Orang Masih Mengungsi
Penampakan sejumlah bangunan di kota di venezuela runtuh akibat gempa pada 24 Juni 2026. (foto: @DatosAme24/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CARACAS – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 kembali bertambah.

Hingga Sabtu, 12 Juli 2026, korban tewas yang telah teridentifikasi secara resmi mencapai 4.333 orang.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan selain ribuan korban meninggal, sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Baca Juga:

Sementara itu, lebih dari 6.400 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan bangunan.

Pembaruan data ini disampaikan 17 hari setelah dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah utara-tengah Venezuela dalam waktu yang hampir bersamaan.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas pada bangunan, melumpuhkan jaringan listrik, serta mengganggu pasokan air bersih di sejumlah daerah.

Meski operasi pencarian telah berlangsung lebih dari dua pekan, pemerintah Venezuela masih terus melakukan proses identifikasi terhadap para korban.

Data terbaru juga menunjukkan peningkatan dibandingkan laporan sehari sebelumnya yang mencatat 4.118 korban meninggal dunia.

Seiring berjalannya waktu, operasi di lapangan kini mulai beralih dari pencarian korban selamat menuju tahap pemulihan dan penanganan dampak pascabencana.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) menyebutkan gempa tersebut berdampak pada sedikitnya tujuh negara bagian di Venezuela.

Wilayah La Guaira dan kawasan Greater Caracas menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah.

Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi darurat, seperti sekolah, gereja, stadion, hingga tenda-tenda penampungan.

Selain rumah warga, berbagai fasilitas penting seperti layanan kesehatan, jaringan listrik, dan sistem penyediaan air bersih juga mengalami kerusakan.

Bencana ini semakin memperberat kondisi Venezuela yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan di sektor pelayanan publik dan kesehatan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mendesak pencairan aset-aset luar negeri Venezuela yang masih dibekukan agar dapat digunakan untuk membantu para korban gempa.

Menurutnya, dana tersebut dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hancur, memperbaiki infrastruktur dasar, serta mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak.

Pemerintah Venezuela bersama organisasi kemanusiaan internasional masih terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, sementara proses rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.* (bb/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Percepat Pembangunan 27 Ribu Huntap Pascabencana di Sumatera, Tito: Tinggal Lima Bulan Lagi
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, 1.171 Gempa Susulan Perparah Krisis Kemanusiaan
Bupati Simalungun Pastikan Penanganan Longsor di Nagori Marubun Lokkung Dilanjutkan hingga Tuntas
Pemerintah Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana di Sumatera, Anggaran Capai Rp18,73 Triliun
Jalur Lembah Anai Ditargetkan Dibuka Penuh Akhir Juli 2026, Pemulihan Konektivitas Sumatera Barat Hampir Rampung
Aceh Tamiang Ucapkan Terima Kasih ke Pemko Medan atas Bantuan Pascabanjir, Rico Waas: Ini Murni Karena Kemanusiaan dan Persahabatan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru