BREAKING NEWS
Rabu, 02 September 2026

Gelombang Panas di Spanyol Tewaskan Lebih dari 5.000 Orang, Tertinggi Sejak 2015

Abyadi Siregar - Selasa, 01 September 2026 16:48 WIB
Gelombang Panas di Spanyol Tewaskan Lebih dari 5.000 Orang, Tertinggi Sejak 2015
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MADRID — Gelombang panas yang melanda Spanyol sepanjang Juni hingga Agustus 2026 dikaitkan dengan lebih dari 5.000 kematian.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak sistem pencatatan kematian terkait panas dimulai pada 2015.

Data tersebut disampaikan otoritas kesehatan Spanyol pada Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga:

Ribuan kematian tambahan itu terjadi di tengah musim panas yang disebut luar biasa panas di sejumlah wilayah Eropa.

Serangkaian gelombang panas yang melanda Eropa selama musim panas tahun ini juga telah dikaitkan dengan ribuan kematian tambahan.

Pemantau iklim Eropa melaporkan Juni dan Juli sebagai periode terpanas yang pernah tercatat untuk kawasan Eropa Barat.

Dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/9/2026), Institut Kesehatan Carlos III mencatat jumlah kematian akibat panas di Spanyol pada Juni hingga Agustus mencapai lebih dari 5.000 orang.

Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada periode yang sama pada 2022, yakni sebanyak 4.652 kematian.

Jumlah kematian tahun ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 3.651 kematian yang tercatat pada periode yang sama pada 2025.

Sementara pada 2024, tercatat 1.977 kematian dalam periode tiga bulan tersebut.

Perkiraan jumlah kematian tersebut diperoleh melalui Sistem Pemantauan Kematian Spanyol atau MoMo.

Sistem ini memantau angka kematian harian di seluruh wilayah Spanyol.

Data tersebut kemudian dibandingkan dengan pola kematian pada periode sebelumnya untuk mengetahui adanya peningkatan yang tidak biasa.

MoMo juga menggunakan sejumlah faktor eksternal, termasuk data cuaca dari badan meteorologi nasional Spanyol, AEMET.

Data tersebut digunakan untuk memperkirakan kemungkinan hubungan antara peningkatan angka kematian dan kondisi cuaca ekstrem.

Meski demikian, sistem MoMo tidak dapat memastikan secara langsung bahwa setiap kematian disebabkan oleh suhu tinggi.

Sistem tersebut memberikan perkiraan mengenai jumlah kematian ketika panas kemungkinan menjadi salah satu faktor yang berperan.

Sebagian besar kematian tambahan yang dikaitkan dengan suhu ekstrem terjadi akibat gangguan kesehatan seperti serangan jantung dan stroke.

Suhu yang sangat tinggi membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal.

Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap sistem kardiovaskular, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, membuat gelombang panas ekstrem menjadi lebih panjang, lebih intens, dan lebih sering terjadi.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah wilayah Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Suhu ekstrem tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan dan kematian.

Badan meteorologi nasional Spanyol, AEMET, menyatakan Juli 2026 menjadi bulan terpanas kedua yang pernah tercatat di daratan Spanyol sejak pencatatan dimulai pada 1961.

Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya tekanan panas yang dialami masyarakat selama musim panas tahun ini.

Rekor kematian yang dikaitkan dengan panas menjadi perhatian karena gelombang panas diperkirakan akan terus menjadi salah satu dampak perubahan iklim yang semakin serius.

Peningkatan suhu ekstrem juga membuat pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat langkah perlindungan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Selasa 1 September 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Selasa 1 September 2026: Mayoritas Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 1 September 2026: Seluruh Wilayah Cerah, Suhu Capai 36 Derajat
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Selasa 1 September 2026: Suhu Capai 36 Derajat, Sejumlah Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Selasa 1 September 2026: Mayoritas Cerah, Kulon Progo Udara Kabur
Prakiraan Cuaca Bali Selasa 1 September 2026: Mayoritas Cerah, Suhu Capai 32 Derajat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru