BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana, AIGMI Donasikan Sistem Instalasi Gas Medik ke RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang

T.Jamaluddin - Jumat, 06 Maret 2026 14:58 WIB
Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana, AIGMI Donasikan Sistem Instalasi Gas Medik ke RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
AIGMI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sistem instalasi gas medik kepada RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH TAMIANG — Asosiasi Instalasi Gas Medik Indonesia (AIGMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sistem instalasi gas medik kepada RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemulihan layanan kesehatan pascabencana di wilayah tersebut.

Penyerahan donasi dilakukan dalam kegiatan serah terima program AIGMI Peduli yang berlangsung di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang.

Baca Juga:

Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perwakilan UPT Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Jakarta dan Medan, pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, serta pengurus dan anggota AIGMI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bantuan yang disalurkan bernilai sekitar Rp1,16 miliar.

Donasi itu merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan anggota AIGMI yang bergerak di bidang instalasi gas medik dan alat kesehatan.


Paket bantuan mencakup perbaikan instalasi jaringan gas medik serta penyediaan berbagai peralatan penting, di antaranya sistem sentral kompresor gas medik, sentral vakum medik, perbaikan sistem manifold oksigen dan N2O, perbaikan jaringan instalasi gas medik, serta puluhan unit flowmeter dan suction regulator.

Penempatan peralatan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah dan pihak rumah sakit.

Ketua Umum AIGMI, Deviatri Syam, mengatakan instalasi gas medik merupakan salah satu infrastruktur vital dalam pelayanan rumah sakit karena berperan langsung dalam mendukung layanan medis di ruang ICU, ruang operasi, hingga instalasi gawat darurat.

"Proses pemulihan instalasi gas medik di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang telah kami lakukan sejak 15 Desember 2025 dan kini sudah berfungsi dengan baik," kata Deviatri.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu fasilitas kesehatan di Aceh Tamiang memberikan pelayanan medis yang lebih optimal, terutama dalam kondisi darurat maupun pelayanan yang membutuhkan dukungan sistem gas medik yang andal.

Kegiatan pemulihan fasilitas kesehatan ini juga melibatkan sejumlah asosiasi kesehatan lainnya, seperti ASPAKI, GAKESLAB Indonesia, HIPELKI, ALFAKES, dan GPFI.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, Sp.PD, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan AIGMI dan para anggotanya.

Menurut dia, sistem instalasi gas medik merupakan fasilitas penting dalam menunjang pelayanan medis rumah sakit.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh AIGMI. Sistem instalasi gas medik ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," ujarnya.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalusia, juga mengapresiasi kontribusi AIGMI dalam memperkuat fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi profesi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional, terutama dalam situasi pemulihan pascabencana.

"Kami mengapresiasi kepedulian AIGMI beserta seluruh anggotanya yang telah berkontribusi dalam mendukung pemenuhan fasilitas instalasi gas medik di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pascabencana," kata Rizka.

Selain menyalurkan bantuan, AIGMI juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan dalam instalasi gas medik di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut organisasi tersebut, instalasi gas medik merupakan sistem kritis yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien karena digunakan dalam berbagai layanan medis seperti terapi oksigen, perawatan intensif, hingga tindakan operasi.

AIGMI menilai instalasi gas medik bukan sekadar jaringan pipa atau peralatan teknis, melainkan bagian dari sistem penunjang hidup dalam pelayanan kesehatan modern.

Organisasi tersebut juga mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, asosiasi profesi, serta industri alat kesehatan, untuk memperkuat pengawasan dan standardisasi instalasi gas medik di Indonesia.

"K eselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Dengan penerapan standar instalasi gas medik yang baik, kita dapat memastikan sistem ini bekerja secara aman dan dapat diandalkan dalam mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit," ujar Deviatri.

Setelah prosesi serah terima donasi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ruang ICU dan ruang sentral instalasi gas medik di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, serta diakhiri dengan sesi foto bersama antara pihak rumah sakit, Kementerian Kesehatan, dan AIGMI.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026, Bupati Paluta Tekankan: Bukan Sekadar Dokumen, Tapi Kontrak Moral
Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah, Akses Keadilan di Desa Bali Semakin Terjangkau
Sinergi TNI-Polri dan Pecalang, Upacara Ngaben di Denpasar Timur Berlangsung Khidmat dan Aman
Pemerintah Aceh Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Hari Besar Keagamaan
Bukber dengan Awak Media, Polda Aceh Perkuat Sinergi Informasi Publik
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini: Sejumlah Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru