Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Akibatnya, risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) menjadi lebih tinggi.
ISK biasanya ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, hingga urine yang tampak keruh atau berbau menyengat.
3. Berisiko Menyebabkan Gangguan Ginjal
Masalah akibat menahan buang air kecil tidak hanya terjadi pada kandung kemih.
Jika kandung kemih terlalu penuh, urine dapat mengalir kembali ke arah ginjal melalui ureter atau dikenal sebagai reflux.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi ginjal dan, jika terjadi berulang, berpotensi mengganggu fungsi ginjal dalam jangka panjang.
4. Memicu Kandung Kemih Overaktif
Kebiasaan menahan buang air kecil juga dapat mengganggu koordinasi antara otak dan kandung kemih.
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami Overactive Bladder (OAB) atau kandung kemih overaktif.
Kondisi ini ditandai dengan dorongan buang air kecil yang datang secara tiba-tiba dan sangat sering, meskipun volume urine belum terlalu banyak.
Jangan Tunggu Sampai Terlalu Mendesak
Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, Dr. Ankit Sharma menyarankan agar seseorang tidak menunggu hingga rasa ingin buang air kecil menjadi sangat kuat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.