SAFEnet juga mencatat lonjakan kasus serangan digital dalam lima tahun terakhir:
- 2020: 147 kasus
- 2021: 197 kasus
- 2022: 302 kasus
- 2023: 323 kasus
- 2024: 330 kasus
Adapun latar belakang korban serangan digital tahun 2024 meliputi mahasiswa/pelajar (83 kasus), organisasi masyarakat sipil (42 kasus), lembaga publik (37 kasus), warga umum (37 kasus), serta aktivis/NGO (36 kasus).
Serangan digital ini mayoritas terjadi di platform seperti Instagram (107 kasus), WhatsApp (84 kasus), situs web (46 kasus), Facebook (22 kasus), Twitter (18 kasus), email (17 kasus), Telegram (12 kasus), dan perangkat (12 kasus).
Untuk mengatasi tantangan ini, Nenden menegaskan perlunya pengaturan ruang digital berbasis hak asasi manusia, transparansi, dan partisipasi.
Ia juga menyoroti peran kepolisian dalam ranah digital, yang seharusnya meliputi: