KPK Sita SGD12.000 dari Ketua DPRD Kuansing, Diduga Terkait Aliran Dana Gratifikasi
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar 12.000 Dolar Singapura (SGD) dari Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi
HUKUM DAN KRIMINAL
KORUT – Partai oposisi di Korea Selatan telah mengajukan proses pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk-yeol setelah pengumuman status darurat militer pada Selasa (3/12). Tindakan ini mengancam posisi Presiden Yoon, yang kini terancam kehilangan jabatannya akibat keputusan kontroversial tersebut.
Pada Selasa malam, Presiden Yoon mengumumkan penetapan status darurat militer sebagai respons terhadap ancaman dari Korea Utara (Korut) dan kekuatan anti-negara yang dianggap mengancam stabilitas negara. Namun, pengumuman tersebut tidak disertai dengan penjelasan yang rinci mengenai situasi yang mendasari keputusan tersebut.
Status darurat militer yang diberlakukan oleh Yoon hanya berlangsung beberapa jam, setelah akhirnya dicabut setelah voting di parlemen pada Rabu pagi. Anggota parlemen menyetujui pencabutan status darurat militer, yang kemudian memicu ketegangan politik lebih lanjut.
Setelah pencabutan status darurat, posisi Yoon semakin terancam. Partai oposisi, yang terdiri dari enam partai termasuk Partai Demokrat, yang merupakan yang terbesar, segera mengajukan mosi tidak percaya terhadap Presiden Yoon. “Kami mengajukan mosi tidak percaya yang akan segera dilakukan,” kata perwakilan dari partai-partai oposisi dalam sebuah pernyataan resmi yang dilansir oleh AFP.
Para anggota parlemen dari partai oposisi menyatakan bahwa mereka masih membutuhkan waktu untuk melakukan perundingan lebih lanjut terkait proses pemakzulan. Meskipun demikian, mereka sepakat bahwa proses untuk menggulingkan Yoon kemungkinan besar akan dimulai pada Jumat (6/12).
Hingga berita ini diturunkan, Presiden Yoon Suk-yeol belum muncul di hadapan publik untuk memberikan pernyataan terkait perkembangan ini. Keputusan darurat militer yang diambil secara sepihak oleh Yoon telah memicu kontroversi luas di kalangan publik dan anggota parlemen. Pengajuan pemakzulan oleh partai oposisi ini menambah ketegangan politik yang sudah meningkat tajam di Korea Selatan.
Oposisi mengkritik langkah Yoon yang dianggap tidak jelas dan tidak transparan, serta menganggap bahwa pengumuman status darurat militer tanpa persetujuan parlemen sebagai langkah yang melampaui batas kewenangan presiden.
(N/014)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar 12.000 Dolar Singapura (SGD) dari Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan dukungannya terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, menjalani sidang lanjutan dengan agen
NASIONAL
JAKARTA Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa penanganan tiga perkara dugaan korupsi yang melibatkan PLN Batu Bara, ASA
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah barang bukti hasil penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tiba di Markas Polda Metro
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai t
PEMERINTAHAN
ACEH TAMIANG Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meninjau kesiapan Hunian Tetap (Huntap) Presisi di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuru
PERISTIWA
JAKARTA Akademisi sekaligus praktisi hukum Firman Wijaya menilai pelaku usaha jasa konstruksi membutuhkan perlindungan hukum yang proporsi
NASIONAL
BOGOR Proses pembongkaran brankas rahasia yang ditemukan polisi saat penggeledahan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jaw
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN Endang Agustina menyatakan dukungan penuh kepada Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (K
NASIONAL