"Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang tinggal di tenda. Kita terus mengupayakan agar Lebaran Idul Fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara," kata Suharyanto, Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau Huntara korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Menurut Suharyanto, di Aceh Utara sendiri dari usulan 5.000 unit Huntara, lebih dari 4.000 unit telah terbangun dan mulai ditempati masyarakat.
Sementara secara keseluruhan di Aceh, sekitar 16 ribu unit Huntara direncanakan, dan 10 ribu unit telah selesai dibangun. Pemerintah menargetkan seluruh penyintas dapat menempati hunian sebelum Lebaran.
Ia menambahkan, meski memasuki bulan ketiga pascabencana banjir dan longsor di Sumatera, fokus pemulihan tetap dijalankan.
Pembangunan Huntara tidak hanya dilakukan oleh BNPB, tetapi juga bekerja sama dengan Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan lembaga lainnya.
Salah seorang penyintas, Basri, menyampaikan apresiasi atas pembangunan Huntara yang kini menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga.
"Rumah saya sudah hilang dibawa arus banjir. Sejak tinggal di Huntara, kami sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan kembali melaut mencari pendapatan ekonomi keluarga," ujar Basri.
Pemulihan pascabencana, menurut Suharyanto, menjadi fokus utama pemerintah untuk memastikan penyintas dapat segera kembali menata kehidupan dan ekonomi mereka pasca-bencana.*
(an/dh)
Editor
: Nurul
Suharyanto Pastikan Penyintas Banjir Aceh Bisa Rayakan Lebaran di Hunian Sementara