Ribuan Pecalang Bali Bersinergi dengan Polda Bali dalam Gelar Agung 2026, Pastikan Keamanan dan Budaya Terjaga
- Senin, 09 Maret 2026 10:06 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Gelar Agung Pecalang Bali 2026 yang digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Sabtu (7/3/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
DENPASAR – Ribuan Pecalang dari seluruh Desa Adat di Bali menghadiri Gelar AgungPecalangBali 2026 yang digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Sabtu (7/3/2026).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, MM, sebagai manggala utama, dan turut dihadiri Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., beserta Pejabat Utama PoldaBali.
Mengusung tema "Sarana Nincapan Kasukretan Jagat Bali Niskala-Sakala", gelar agung kali ini menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan modern dan kearifan lokal untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Pulau Dewata.
"Kehadiran Pecalang bagi PoldaBali merupakan mitra strategis yang krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus melestarikan budaya Bali," ujar Irjen Daniel.
Ia menambahkan, sinergi ini tidak hanya tradisional, tetapi juga terintegrasi secara profesional dalam berbagai kegiatan pengamanan, mulai dari hari besar keagamaan hingga event berskala nasional dan internasional.
Gubernur Koster menekankan bahwa keberadaan Pecalang adalah simbol harmonisasi antara budaya dan keamanan modern.
Sinergi ini menjadi kunci stabilitas masyarakat sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan berbudaya.
Ribuan Pecalang yang hadir menjalankan prosesi gelar agung dengan tertib, menampilkan disiplin dan dedikasi tinggi sebagai polisi adat, sekaligus menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga ketertiban dan nilai-nilai lokal di tengah perkembangan modernisasi.
Kolaborasi PoldaBali dan Pecalang diyakini akan semakin memperkuat pengamanan berbasis budaya, menyiapkan Bali menghadapi berbagai kegiatan keagamaan, festival, dan arus pariwisata yang semakin meningkat.*