Namun, ia belum mengungkap secara rinci mengenai materi pertemuan tersebut.
"Kemarin kami sudah rakortas (rapat koordinasi terbatas) terkait efisiensi, itu salah satu yang mau dilaporkan," ujar Airlangga setelah bertemu dengan Presiden di Kompleks Istana, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa salah satu topik yang akan dibahas adalah mengenai efisiensi kementerian/lembaga (K/L).
Menurutnya, efisiensi menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan itu, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan menekan pengeluaran.
Selain itu, Airlangga juga menyebutkan bahwa rencana penerapan kebijakan Work from Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu isu yang akan dilaporkan ke Presiden.
"Itu (WFH ASN) termasuk yang sudah kita hitung," tambahnya.
Namun, ia meminta publik untuk menunggu keputusan resmi terkait kebijakan tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia belum mengetahui secara mendalam mengenai isi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Namun, Purbaya menyebutkan bahwa dirinya akan melaporkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta langkah-langkah antisipatif terhadap subsidi yang harus diperhatikan pemerintah.
"Kita antisipasi mungkin subsidi berapa, kondisi APBN seperti apa. Itu yang harus diantisipasi. Tapi saya nggak tahu meeting detailnya apa, setelah meeting deh saya kasih tahu ya," ujar Purbaya kepada wartawan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga terlihat melakukan pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas isu strategis dan geopolitik.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat antar pemimpin negara demi menjaga kestabilan politik dan keamanan di Indonesia.*
(km/ad)
Editor
: Adam
Presiden Prabowo Panggil Rosan Roeslani, Airlangga Hartarto, dan Purbaya ke Istana: Bahas Apa?