Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Anggota Badan Legislasi DPR RI, Firman Soebagyo, menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam pengelolaan data nasional. Ia mengingatkan risiko ketergantungan pada teknologi asing yang dinilai dapat memengaruhi kedaulatan data.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Informasi Geospasial di DPR, Senin, 6 April 2026.
Firman menilai data merupakan elemen strategis yang berkaitan langsung dengan keamanan dan ketahanan negara. Ia menyoroti pentingnya sistem informasi geospasial yang presisi serta didukung sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai.
Baca Juga:
"Bagaimana kita bisa bersaing jika tidak memiliki data yang akurat," ujarnya.
Ia juga mengkritik penggunaan dana pinjaman luar negeri untuk pengelolaan data nasional. Menurutnya, skema tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi berupa keterbukaan data kepada pihak pemberi pinjaman.
Firman turut menyinggung ketergantungan pada platform teknologi global, seperti Google. Ia mengingatkan bahwa informasi yang disajikan tidak selalu akurat dan dapat menyesatkan jika tidak diverifikasi.
"Jangan sepenuhnya bergantung pada teknologi asing," kata dia.
Ia berharap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data dapat memperkuat kedaulatan data nasional dan mendorong integrasi sistem informasi yang lebih mandiri.
Isu kedaulatan data menjadi perhatian di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital serta ketergantungan pada platform global dalam pengelolaan informasi.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.