Baru 35 Persen Terdata, Dinsos Medan Ajak Warga Segera Daftar Perlinsos Sebelum 31 Agustus
MEDAN Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan mengimbau masyarakat yang belum terdaftar dalam portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar segera
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya semakin memunculkan banyak kejanggalan dan terkesan dipaksakan.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam perbincangan di kanal YouTube Mahfud MD Official yang tayang pada Senin (11/5/2026).
Menurut Mahfud, belakangan ini muncul kecenderungan aparat penegak hukum membangun konstruksi perkara secara terbalik. Ia menilai ada kasus di mana seseorang lebih dulu dijadikan target sebelum dasar hukum dan rangkaian perkaranya disusun.Baca Juga:
"Memang akhir-akhir ini banyak keanehan dalam penegakan hukum. Nampaknya ada sesuatu yang dipaksakan, ada yang ditarget, dan kelihatan banyak yang tidak profesional," kata Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut kondisi tersebut dapat mengikis kepercayaan publik terhadap proses hukum di Indonesia.
Mahfud juga menyoroti sejumlah perkara besar yang belakangan menjadi perhatian publik, mulai dari kasus Tom Lembong, mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi, perkara Pertamina, hingga kasus Chromebook yang menyeret nama mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dan sosok bernama IBAM.
Menurutnya, sejumlah fakta yang muncul di persidangan kerap berbeda dengan narasi awal yang dibangun saat proses penyidikan.
"Itu yang sering saya katakan, orang ditangkap dulu, diumumkan dulu besar-besaran, lalu dicari alasan hukumnya," ujarnya.
Mahfud menilai pembentukan opini publik sebelum proses pengadilan selesai dapat membahayakan independensi peradilan.
Ia juga mengkritik praktik penggunaan media sosial dalam membentuk opini terkait suatu perkara hukum. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak perlu melibatkan "tentara medsos" untuk menggiring opini publik.
"Peradilan itu harus transparan dan akuntabel. Kejaksaan, kepolisian harus kokoh. Tidak usah membuat tentara medsos untuk melawan opini. Itu justru lebih berwibawa," tegasnya.
Selain itu, Mahfud turut menyinggung pentingnya unsur mens rea atau niat jahat dalam perkara korupsi. Ia menilai kerugian negara semata tidak cukup untuk membuktikan tindak pidana korupsi tanpa adanya niat jahat atau keuntungan pribadi.
"Sekarang yang jadi soal, mens reanya di mana? Jangan sampai kebijakan dikriminalisasi," ucapnya.
Mahfud juga mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat generasi muda takut berprestasi dan mengambil keputusan strategis untuk negara.
"Kalau caranya seperti ini, generasi muda takut berprestasi untuk negara," katanya.*
(tm/dh)
MEDAN Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan mengimbau masyarakat yang belum terdaftar dalam portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar segera
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen memperkuat perhatian dan dukungan kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan atas jas
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong agar program
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus tantangan hafalan AlQur&039an berhadiah minuman beralko
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan bergizi gra
PERISTIWA
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan tidak akan ada lagi lagu yang dapat memicu anggota DPR maupun DPD berjoget dalam Si
POLITIK
JAKARTA Tim kuasa hukum Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyiapkan sejumlah bukti, saksi, hingga ahli untuk menghadapi sidang
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat beralih dari motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Menurutnya, penggu
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Meski hidup dalam kete
NASIONAL