BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Prabowo Soroti Penyaluran Bansos PKH yang Belum Tepat Sasaran, Minta Data Nasional Disinkronkan

Dharma - Rabu, 13 Mei 2026 09:06 WIB
Prabowo Soroti Penyaluran Bansos PKH yang Belum Tepat Sasaran, Minta Data Nasional Disinkronkan
Bertemu Prabowo di Istana, Cak Imin Minta Tambah Anggaran untuk UMKM Rp1 Triliun (Foto: Dok. BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto meminta seluruh kementerian dan lembaga menyinkronkan penyaluran bantuan sosial (bansos) menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran.

Instruksi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin usai melaporkan perkembangan program pemberdayaan masyarakat kepada Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Menurut Cak Imin, Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap efektivitas penyaluran berbagai bantuan pemerintah, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial tunai hingga bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca Juga:

"Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga konsisten menggunakan data tunggal sosial ekonomi agar seluruh bantuan dan program pemerintah tepat sasaran," ujar Cak Imin, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah juga memprioritaskan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di 88 kabupaten dan kota di Indonesia.

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem bisa mencapai nol persen pada 2026 melalui penguatan perlindungan sosial dan sinkronisasi data penerima bantuan.

Selain bansos, pemerintah turut menyoroti subsidi energi agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Cak Imin optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 dapat tercapai melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.

"Kita optimistis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 ini 0 persen," katanya.

Pemerintah berharap penggunaan data tunggal nasional dapat meminimalisasi kesalahan penyaluran bantuan sekaligus meningkatkan efektivitas program kesejahteraan masyarakat.*

(oz/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen, 88 Daerah Jadi Fokus Penanganan
Lebih dari 470 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Baru Akan Terima Bansos Triwulan II 2026, Data DTSEN Diperbarui
Gaji Pencuci Ompreng MBG Rp3,5 Juta, Lebih Tinggi dari Guru Honorer: BGN Buka Suara
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan Ratusan Lainnya Kena Sanksi Tegas Kemensos
DPR Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Tak Sekadar Jemput Bola, Harus Berbasis Perlindungan Anak
Mensos Gus Ipul Ingatkan Waspada Hoaks Bansos di Medsos, Tegaskan Bantuan Tidak Dikurangi dan Tetap Disalurkan Sesuai Ketentuan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru