BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Siswi Pontianak yang Protes Penilaian LCC MPR Kini Dapat Tawaran Kuliah Gratis ke China

Nurul - Rabu, 13 Mei 2026 09:14 WIB
Siswi Pontianak yang Protes Penilaian LCC MPR Kini Dapat Tawaran Kuliah Gratis ke China
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, melalui sambungan video call bersama Josepha dan kemudian diunggah melalui akun media sosial pribadinya. (Foto: Tangkapan Layar @bang.rifqi.mrk / IG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nama Josepha Alexandra menjadi sorotan publik usai viral di media sosial karena diduga dicurangi dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Di tengah ramainya perbincangan publik, siswi SMAN 1 Pontianak itu mendapat perhatian langsung dari Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, yang menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China.

Tawaran tersebut disampaikan Rifqi melalui sambungan video call bersama Josepha dan kemudian diunggah melalui akun media sosial pribadinya.

Baca Juga:

"Kalau Josepha berkenan, Abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China," ujar Rifqi dalam video yang beredar, Rabu (13/5/2026).

Tak hanya menawarkan beasiswa pendidikan, Rifqi juga menyebut Josepha berpeluang memperoleh pekerjaan di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan kuliahnya di China.

Meski demikian, ia meminta Josepha terlebih dahulu berdiskusi dengan orang tua dan guru terkait tawaran tersebut.

Rifqi juga mengaku bangga atas keberanian Josepha menyuarakan dugaan ketidakadilan dalam pelaksanaan lomba.

"Nanti secara institusi MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf," katanya.

Selain itu, Rifqi yang juga alumni SMAN 1 Pontianak turut menyampaikan permintaan maaf secara pribadi atas polemik yang terjadi dalam final LCC tersebut.

Sebelumnya, final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Namun, perlombaan itu menjadi viral setelah muncul dugaan kesalahan penilaian dalam sesi pertanyaan rebutan yang memicu protes publik di media sosial.

Menanggapi polemik tersebut, MPR RI akhirnya menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC yang bertugas pada kegiatan tersebut.

MPR menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, serta keadilan dalam proses penilaian.*

(dw/dh)

Baca Juga:

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kontroversi LCC Empat Pilar Kalbar: Jawaban Siswa Benar Tapi Dinilai Salah, MPR Nonaktifkan Juri dan MC
Viral Jawaban Siswa SMAN 1 Pontianak Dianggap Salah di LCC MPR, Ini Respons Gubernur Kalbar
Harga Batu Bara Dunia Terkoreksi ke Level US$134 per Ton, Pasar Energi Global Mulai Tertekan Imbas Penurunan Minyak
RI dan China Perkuat Kerja Sama Inovasi Industri di Forum BRICS, Fokus pada Teknologi dan Investasi Masa Depan
Terungkap! Kantor Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, 321 WNA Diamankan Polisi
Menkeu Purbaya Siapkan Penerbitan Panda Bond Bulan Depan untuk Perkuat Pembiayaan Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru