BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Viral Jingle “Mas Bahlil Ganteng” di Media Sosial, Ini Respons Golkar

Adelia Syafitri - Selasa, 26 Mei 2026 08:35 WIB
Viral Jingle “Mas Bahlil Ganteng” di Media Sosial, Ini Respons Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (foto: Kementerian ESDM/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi sorotan di media sosial setelah jingle bertajuk "My Little Bolu Ketan" atau yang dikenal dengan meme "Mas Bahlil Ganteng" (MBG) viral di berbagai platform digital.

Lagu bernuansa humor tersebut tersebar luas di TikTok, Instagram, hingga YouTube, dan digunakan sebagai latar musik berbagai konten video.

Potongan lirik seperti "MBG, Mas Bahlil ganteng. Buah apa yang paling manis? Buahlil" menjadi bagian yang paling banyak diulang warganet.

Baca Juga:

Fenomena ini disebut-sebut dipicu oleh unggahan akun TikTok @vokaliz_netizen pada akhir April 2026.

Konten tersebut telah ditonton jutaan kali dan memperoleh lebih dari 1,1 juta tanda suka.

Popularitasnya semakin meluas setelah sejumlah kreator konten ikut membuat video reaksi yang turut mengangkat tren tersebut.

Menurut pengamat, penyebaran jingle ini tidak terlepas dari karakter algoritma media sosial yang memperkuat konten berbasis humor, repetisi, dan audio yang mudah diingat.

Dalam waktu singkat, potongan audio tersebut menjadi tren yang "mengepung" linimasa pengguna internet.

Sejumlah konten kreator dengan jumlah pengikut besar turut mempercepat penyebaran tren tersebut, menjadikan nama Bahlil Lahadalia semakin sering muncul di ruang digital, terutama di kalangan pengguna muda.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji menilai viralnya jingle "MBG" sebagai ekspresi kreativitas netizen yang bersifat hiburan.

Ia menyebut, fenomena tersebut dapat dipandang sebagai bentuk apresiasi tidak langsung terhadap figur Ketua Umum Golkar atas kerja politik yang dijalankan selama ini.

Sarmuji menegaskan partai tidak mempermasalahkan penggunaan jingle tersebut, termasuk jika kader atau akun resmi Golkar ikut meramaikan tren di media sosial.

"Itu kan berasal dari kreativitas netizen sebagai bentuk penghargaan. Kalau ikut meramaikan, ya wajar saja," ujar Sarmuji, dikutip Senin (25/5/2026).

Pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, S. Kunto Adi Wibowo, menilai fenomena ini berpotensi memberikan keuntungan citra bagi Partai Golkar jika dikelola secara tepat.

Menurutnya, strategi "riding the wave" atau menunggangi tren viral dapat menjadi pendekatan komunikasi politik yang efektif di era digital.

Sebaliknya, respons defensif dinilai justru berisiko merusak citra partai, terutama di kalangan generasi muda.

Ia menambahkan, konten viral berbasis humor memiliki daya jangkau luas karena mudah diingat dan terus direproduksi oleh algoritma platform digital, sehingga menciptakan efek pengulangan yang memperkuat popularitas figur politik.

"Efeknya bukan langsung ke pilihan politik, tapi membangun kedekatan nama di memori publik," ujarnya.

Fenomena jingle "Mas Bahlil Ganteng" menegaskan bagaimana politik dan budaya populer semakin sulit dipisahkan di ruang digital.

Nama tokoh politik kini tidak hanya hadir melalui narasi formal, tetapi juga lewat meme, musik, dan konten humor yang diproduksi secara organik oleh warganet.

Meski demikian, para pengamat menilai dampak elektoral dari tren semacam ini tetap tidak langsung.

Namun, dalam jangka panjang, pengulangan nama dan visual di media sosial dapat memperkuat pengenalan publik terhadap figur politik.*


(tm/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gebyar PBB-P2 2026, Pemkab Batubara Perkuat Pendapatan Daerah dan Digitalisasi Pajak
BGN Ungkap Modus Penipuan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
Rico Waas Dorong Digitalisasi Bansos di Medan, Target Validasi 792 Ribu KK dalam Sebulan
Adies Kadir: Parpol Bisa Dihapus dari Dapil Jika Tak Penuhi Kuota Perempuan!
1.152 Dapur MBG Masih Disetop, BGN Perketat Standar Operasional
Golkar Desak Hak 9 WNI Korban Kekerasan Israel Dipenuhi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Dua Wajah Indonesia

Dua Wajah Indonesia

OlehYudi LatifSAUDARAKU, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu as

OPINI