Ia menyebut pemerintah menyiapkan dukungan pengembangan usaha mikro senilai sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun bagi pelaku usaha terdampak, khususnya yang belum terjangkau layanan perbankan.
"Kurang lebih pengembangan usaha mikro sekitar Rp900 miliar sampai Rp1 triliun masuk dalam Renduk. Bantuan ini untuk pengembangan usaha mikro bagi mereka yang belum terakses perbankan. Targetnya sekitar 200 ribu pengusaha mikro selama dua tahun," kata Maman di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua SatgasPRR PascabencanaSumatera, Tito Karnavian, mengatakan penanganan bencana kini memasuki fase pemulihan permanen yang akan berlangsung hingga 2028.
Pada tahap ini, pemulihan ekonomi masyarakat menjadi salah satu prioritas utama selain pembangunan infrastruktur dan hunian.
"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk," ujar Tito.*