Teddy: Prabowo Gunakan Dana Pribadi Jika Biaya Kunjungan Luar Negeri Melebihi Anggaran Negara
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menanggung secara pribadi seluruh kelebihan
POLITIK
JAKARTA – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengusulkan pembentukan lembaga resmi yang secara khusus menangani pelaksanaan badal haji guna mencegah maraknya praktik ilegal dan penawaran jasa tidak resmi yang berpotensi merugikan masyarakat.
Ketua Timwas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan lembaga tersebut diharapkan berada di bawah Direktorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar seluruh proses badal haji dapat diawasi secara jelas dan terukur.
"Saya mengharapkan kementerian membuat suatu kelembagaan resmi untuk badal haji sehingga betul-betul jelas siapa yang membadalkan, siapa yang menerima badalnya, dan pelaksanaannya terkontrol secara penuh," kata Cucun di Jakarta, Senin (1/6/2026).Baca Juga:
Menurutnya, pembentukan lembaga resmi menjadi semakin penting apabila pemerintah ke depan menerapkan persyaratan kesehatan yang lebih ketat bagi calon jemaah haji. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah calon jemaah yang tidak dapat berangkat dan harus menjalankan ibadah melalui mekanisme badal haji.
Cucun menilai tanpa sistem yang terstruktur dan pengawasan yang jelas, berbagai persoalan terkait pelaksanaan badal haji berpotensi terus berulang.
"Ketika badal haji ini tidak dilembagakan, justru akan terus terjadi problematika," ujarnya.
Selain menyoroti badal haji, Timwas DPR juga memberikan perhatian terhadap mekanisme pembayaran dam yang kini semakin diperketat oleh pemerintah Arab Saudi. Saat ini pembayaran dam diwajibkan melalui perusahaan resmi milik negara Arab Saudi, yakni Adahi.
Bahkan, terdapat wacana bahwa bukti pembayaran dam melalui Adahi akan menjadi salah satu syarat penerbitan visa bagi jemaah haji Indonesia pada masa mendatang.
Menyikapi aturan tersebut, Cucun mengakui muncul perdebatan mengenai usulan pemotongan hewan dam yang dilakukan di Indonesia. Untuk mencari solusi terbaik, DPR berencana mempertemukan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para ulama dan ahli fikih.
Menurutnya, pembahasan tersebut penting agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif dan operasional, tetapi juga tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
"Jangan sampai karena keinginan memperbaiki tata aturan operasional, kita justru meninggalkan sisi keabsahan fikihnya. Ini demi kemaslahatan umat," tegas Cucun.
DPR berharap tata kelola haji, termasuk pelaksanaan badal haji dan pembayaran dam, dapat semakin transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian bagi seluruh jemaah Indonesia.*
(mt/dh)
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menanggung secara pribadi seluruh kelebihan
POLITIK
MEDAN Indonesia untuk sementara di babak pertama menang 10 atas Myanmar dalam laga Piala AFF U19 tahun 2026 di Stadion Utama Sumatera Uta
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf setelah unggahan gambar Garuda Pancasila dalam peringatan H
NASIONAL
LABUHANBATU Polisi berhasil mengamankan satu pelaku pembacokan terhadap seorang guru yang terjadi di Dusun Tanjung Makmur, Desa Tanjung
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (1/6/2026) di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih
EKONOMI
PEMATANGSIANTAR Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat satu kilogram
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Sumatera Utara terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhi
EKONOMI
JAKARTA Keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke5 RI Megawati Soekarnoputri usai Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 mendapat
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai berbagai tantangan yang saat ini dihadapi pemerintahan Presiden P
POLITIK
BIAK NUMFOR Korban ledakan bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus bertambah.
PERISTIWA