BREAKING NEWS
Selasa, 07 Juli 2026

Sampai Jungkir Balik Angkut Material, Prajurit TNI Tak Gentar Hadapi Medan Ekstrem Bangun Jembatan Gantung untuk Warga Pedalaman Gayo Lues

T.Jamaluddin - Selasa, 07 Juli 2026 18:50 WIB
Sampai Jungkir Balik Angkut Material, Prajurit TNI Tak Gentar Hadapi Medan Ekstrem Bangun Jembatan Gantung untuk Warga Pedalaman Gayo Lues
Prajurit TNI bekerja keras mengangkut material pembangunan jembatan gantung di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAYO LUES – Perjuangan para prajurit TNI membuka akses bagi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh mendapat perhatian.

Dengan medan yang sulit dan penuh tantangan, prajurit TNI harus bekerja keras mengangkut material pembangunan jembatan gantung di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Dalam proses pembangunan tersebut, para prajurit bahkan sempat terjatuh dan jungkir balik saat membawa material menggunakan kendaraan roda dua karena kondisi medan yang ekstrem.

Baca Juga:


Aksi tersebut dilakukan oleh personel Koramil 03/Blangkejeren jajaran Kodim 0113/Gayo Lues bersama prajurit Yon TP 855/Raksaka Dharma pada Selasa (7/7/2026).

Lokasi pembangunan jembatan tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat.

Kondisi jalan yang sulit membuat para prajurit harus memikul material secara manual dengan berjalan kaki menuju titik pembangunan.

Selain itu, kendaraan motor trail dinas TNI juga digunakan untuk menerobos medan berat, termasuk melewati kawasan sungai dengan arus yang cukup deras.


Komandan Kodim (Dandim) 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, mengatakan pembangunan jembatan gantung sepanjang 70 meter tersebut dilakukan bersama masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.

"Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman dan mudah menuju dusun serta jalan menuju area pemakaman," ujar Letkol Fran, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, sebelum pembangunan jembatan dilakukan, masyarakat Desa Bustanussalam harus menghadapi risiko besar ketika menyeberangi sungai yang memiliki arus deras.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Herry Dahana: Indonesia Emas 2045 Tidak Cukup dengan Slogan, Butuh Kerja Nyata dan Pemerintahan Bersih
Samuel Silaen: Negara Harus Dikelola dengan Meritokrasi, Bukan Kepentingan Politik
Pengamat: Batalkan Eksplorasi Blok Andaman Jika Pemerintah Pusat Terus Abaikan Hak Aceh
Wakapolda Aceh Sambut Kedatangan Mendagri Tito Karnavian, Tinjau Infrastruktur Bencana di Aceh
Bobby Nasution Bangun SMK Pariwisata Berasrama di Samosir, Seluruh Biaya Ditanggung Pemprov Sumut
DPRD Sumut Minta Harga Tiket PRSU Ditinjau Ulang, Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Masyarakat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru