BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Gaungkan Tobat Ekologis, Menteri LH Jumhur Hidayat Targetkan Tanam 2 Miliar Pohon

Adelia Syafitri - Rabu, 15 Juli 2026 08:26 WIB
Gaungkan Tobat Ekologis, Menteri LH Jumhur Hidayat Targetkan Tanam 2 Miliar Pohon
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke kampus maritim Politeknik Pelayaran Sumatera Barat pada Selasa, 14 Juli 2026. (foto: Humas.Sumbar/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG PARIAMAN – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah radikal untuk memulihkan kerusakan alam di tanah air.

Menteri LH Moh Jumhur Hidayat meluncurkan sebuah gerakan moral berskala nasional yang dinamakan Gerakan Tobat Ekologis, sekaligus menargetkan aksi nyata penanaman 2 miliar pohon di seluruh wilayah Indonesia.

Inisiatif besar ini disampaikan Jumhur saat melakukan kunjungan kerja ke kampus maritim Politeknik Pelayaran Sumatera Barat pada Selasa, 14 Juli 2026.

Baca Juga:

Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah refleksi atas eksploitasi alam yang ugal-ugalan di masa lalu.

"Gerakan Tobat Ekologis merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat," katanya di hadapan civitas akademika dan tamu undangan.

Jumhur menjelaskan bahwa pertobatan lingkungan ini menuntut tiga hal dari publik: menyadari kesalahan masa lalu yang merusak alam, berkomitmen kuat untuk menghentikan kebiasaan eksploitatif tersebut, dan segera melakukan aksi perbaikan nyata.

Ia meminta setiap individu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing tanpa terkecuali.

"Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya," tegas Jumhur.

Sebagai langkah intervensi dari sisi regulasi, KLH/BPLH kini tengah menggodok kebijakan strategis untuk menekan angka limbah dari sektor industri.

Salah satu instrumen hukum yang akan segera diaktifkan adalah Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab perluasan produsen.

"Sebentar lagi kami juga akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), di mana para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk produk makanan dan sejenisnya, telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu," ucap Jumhur.

Aksi kolaborasi pemulihan lingkungan di Sumatera Barat ini langsung memicu dukungan dari sektor privat.

KLH/BPLH menyerahkan bantuan 15 kilogram benih Ketapang Kencana, disusul oleh PT Semen Padang yang menyumbang 3.300 bibit pohon mangrove, serta bantuan tanaman buah dari PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Politeknik Pelayaran Sumbar yang dinilai sukses menerapkan konsep kampus ramah lingkungan (Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus/HSSEC).

Kampus ini berhasil memutar roda ekonomi sirkuler lewat inovasi mandiri, mulai dari fasilitas pengolahan minyak jelantah, pembuatan kompos organik, hingga budidaya maggot.

Menanggapi gerakan ini, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan dukungannya dengan memperketat aturan internal di tingkat daerah.

Pemprov Sumut kini mewajibkan kantor pemerintahan dan sekolah untuk mengelola sampahnya sendiri tanpa membuangnya ke luar area.

"Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumbar membuktikan bahwa sampah dapat dikelola menjadi berkah melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumbar," ungkap Mahyeldi.

Melalui Gerakan Tobat Ekologis dan target penanaman 2 miliar pohon ini, pemerintah optimistis dapat menggeser paradigma lama masyarakat.

Menjaga kelestarian bumi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang menjemukan, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan penebusan dosa kolektif manusia demi ketahanan iklim generasi mendatang.* (bi/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengubah Keterbatasan Menjadi Harapan, Sekolah Pedalaman Bangun Semangat Siswa di Hari Pertama Tahun Ajaran Baru
Hari Pertama Sekolah, Bupati Batu Bara Tugaskan Seluruh Kepala Desa Jadi Pembina Upacara, Wujud Sinergi Majukan Pendidikan
Bianglala Mendadak Mati, Polisi Tutup Sementara Pasar Malam di Deli Serdang
Ekspedisi Cicatih Elpala Buktikan Alam Jadi Kawah Candradimuka Generasi Muda Berjiwa Bela Negara
Bianglala Pasar Malam Lau Dendang Berhenti Mendadak, 30 Pengunjung yang Terjebak Berhasil Dievakuasi
Usai Dua Terdakwa Dapat Pemaafan Hakim dalam Kasus Pertalite Jeriken di Medan, Kuasa Hukum Minta SPBU dan Pengawas Ikut Diselidiki
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru