BREAKING NEWS
Senin, 20 Juli 2026

Sabo Dam Belum Rampung, Hutanabolon Tapteng Kembali Diterjang Banjir Bandang

Nurul - Minggu, 19 Juli 2026 11:26 WIB
Sabo Dam Belum Rampung, Hutanabolon Tapteng Kembali Diterjang Banjir Bandang
Menteri PU Dody Hangggodo saat diwawancarai usai meninjau Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026). Dody mengatakan, permasalahan banjir di Hutanabolon berasal dari Hulu sungai. (Foto: TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI TENGAH - Warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kembali diterjang banjir bandang. Peristiwa tersebut terjadi saat pembangunan infrastruktur pengendali banjir berupa sabo dam di Sungai Tukka masih dalam proses pengerjaan.

Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) itu membawa material lumpur, batu, hingga kayu dari kawasan hulu sungai. Air berwarna keruh meluap dan masuk ke sejumlah permukiman warga setelah tanggul di sekitar aliran Sungai Sigala-gala mengalami kerusakan.

Sabo dam yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya diharapkan mampu mengurangi risiko banjir bandang dengan menahan material sedimen dari kawasan hulu sebelum mencapai permukiman warga.

Baca Juga:

Menteri PU Dody Hanggodo sebelumnya mengatakan pembangunan sabo dam menjadi langkah strategis untuk mengendalikan aliran material seperti tanah, batu, dan kayu saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Kita kerjakan semuanya. Supaya pada saat hujan deras, tanah-tanah dari atas tidak turun. Kita tahan dulu di atas," ujar Dody saat meninjau lokasi pembangunan.

Namun, hingga banjir kembali terjadi, pembangunan sabo dam tersebut belum sepenuhnya rampung. Kementerian PU sebelumnya menargetkan proyek tersebut selesai pada akhir Oktober 2026.

Progres Pembangunan Sabo Dam

Pembangunan sabo dam Sungai Tukka merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.

Proyek tersebut mencakup tiga pekerjaan utama, yakni pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, serta pengendalian sedimen Sungai Sigala-gala.

Dalam proses pengerjaannya, proyek sabo dam Sungai Tukka dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana dengan dukungan konsultan pengawas.

Berdasarkan laporan progres sebelumnya, pembangunan sabo dam telah mencapai sekitar 7,1 persen, lebih tinggi dari target rencana sebesar 3,8 persen. Sementara pembangunan pengendalian sedimen Sungai Sigala-gala mencapai 7,9 persen dari target 4,6 persen.

Gubernur Sumut Minta Pembangunan Dipercepat

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution juga telah meminta percepatan pembangunan sabo dam di kawasan tersebut.

Saat meninjau lokasi pada April 2026, Bobby meminta seluruh pihak terkait mempercepat penyelesaian proyek agar masyarakat tidak kembali menjadi korban ketika hujan deras terjadi.

Menurut Bobby, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak pelaksana proyek diperlukan agar kendala di lapangan dapat segera diselesaikan.

Warga Keluhkan Tanggul Kembali Jebol

Pasca banjir bandang terbaru, sejumlah warga mempertanyakan kondisi tanggul yang sebelumnya telah dibangun untuk mengurangi dampak banjir.

Salah satu warga Hutanabolon, Eka Suryani Pasaribu, mengatakan banjir kembali terjadi setelah tanggul di Sungai Sigala-gala jebol.

"Jebol tanggul, padahal sudah dibikin. Berarti tanggulnya kurang bagus," ujar Eka.

Dalam rekaman siaran langsung yang dibagikan saat kejadian, warga terlihat panik karena air dengan cepat memasuki rumah. Mereka berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pemerintah hingga kini masih melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di kawasan tersebut dengan harapan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat Tapanuli Tengah dari ancaman banjir bandang.* (tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
YLBHI Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie, Pelimpahan ke Kejagung Dinilai Rawan Konflik Kepentingan
Kemenhaj Hapus Skema Lunas Tunda Ganti Haji Khusus, Dahnil: Tak Ada Lagi Celah Jual Beli Porsi
Banjir Bandang Kembali Terjang Tapteng, Hutanabolon Terendam Lagi, Warga Soroti Tanggul yang Jebol
Usulan Anak Keluarga Mampu Tak Dapat MBG Dikritik, DPR Soroti Potensi Kecemburuan di Sekolah
Temuan Emas hingga Valas Disorot, Eks Kepala PPATK Nilai Dugaan TPPU Febrie Adriansyah Menguat
Bawomataluo hingga Tetegewo Bikin Dubes Prancis Kagum, Nias Dibidik Jadi Destinasi Budaya Dunia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru