BREAKING NEWS
Selasa, 28 Juli 2026

NgoPI Disertasi ke-63 UIN Ar-Raniry Bahas Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari'ah untuk Anak Berhadapan dengan Hukum

T.Jamaluddin - Senin, 27 Juli 2026 12:08 WIB
NgoPI Disertasi ke-63 UIN Ar-Raniry Bahas Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari'ah untuk Anak Berhadapan dengan Hukum
Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali menggelar forum akademik NgoPI Disertasi edisi ke-63 pada Minggu, 26 Juli 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHProgram Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali menggelar forum akademik NgoPI Disertasi edisi ke-63 pada Minggu, 26 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang VIP HOCO Cafe Lambhuk, Banda Aceh, ini membahas rancangan penelitian disertasi bertajuk "Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari'ah dalam Penanganan Anak yang Berkonflik dengan Hukum di Aceh."

Penelitian tersebut dipresentasikan oleh Erwan, mahasiswa Program Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Operasi (Kabagbinops) Roops Polda Aceh.

Baca Juga:

Melalui rancangan disertasinya, Erwan menawarkan konsep penegakan hukum yang memadukan pendekatan restorative policing dengan nilai-nilai maqashid al-syari'ah sebagai dasar filosofis dalam menangani anak yang berhadapan dengan hukum di Aceh.

Forum ilmiah ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari guru besar, akademisi, praktisi hukum, aparat penegak hukum, hingga mahasiswa doktoral.

Dari Pascasarjana UIN Ar-Raniry hadir Direktur Pascasarjana Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., Ketua Program Studi S3 Fiqh Modern Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., serta Prof. Dr. Analiansyah, M.Ag. yang bertindak sebagai tim promotor sekaligus reviewer.

Turut hadir Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Rizanizarli, S.H., M.H., AKBP Elfiana dari Polda Aceh, Ketua Restorative Justice Working Group (RJWG) Marlianita, Widyaiswara Ahli Utama LAN Aceh Ir. Faizal Adriansyah, M.Si., serta mahasiswa Program Doktor Fiqh Modern.

Diskusi dipandu oleh Erlizar Rusli, M.H., advokat sekaligus mahasiswa Program Studi S3 Fiqh Modern.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan NgoPI Disertasi yang kini telah memasuki edisi ke-63.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif hukum nasional, hukum Islam, dan hukum adat dalam membahas berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.

Ia menilai NgoPI Disertasi tidak hanya membantu mahasiswa doktoral menyempurnakan disertasinya, tetapi juga menjadi sarana literasi akademik yang memperkuat budaya ilmiah di lingkungan Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Dalam paparannya, Erwan menjelaskan bahwa sistem peradilan pidana modern telah mengalami perubahan dari pendekatan yang berorientasi pada penghukuman menuju pendekatan restoratif yang lebih mengedepankan pemulihan hubungan antara pelaku, korban, keluarga, dan masyarakat.

Menurutnya, Indonesia telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Namun demikian, implementasi restorative justice di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Erwan menilai proses diversi sering kali hanya dipandang sebagai pemenuhan prosedur administratif sehingga belum sepenuhnya berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Karena itu, melalui disertasinya ia menawarkan rekonstruksi model restorative policing berbasis maqashid al-syari'ah sebagai landasan filosofis dan normatif dalam membangun sistem penanganan anak yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat Aceh.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan anak sekaligus mewujudkan penegakan hukum yang mengedepankan kepastian hukum, keadilan, dan kemaslahatan.

Erwan menegaskan bahwa penelitian yang sedang disusunnya bukan untuk menggantikan ketentuan hukum nasional.

Sebaliknya, penelitian tersebut bertujuan mengembangkan model implementasi restorative policing yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial, budaya, dan karakter masyarakat Aceh.

Model yang diusulkan mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum nasional, nilai-nilai hukum Islam melalui pendekatan maqashid al-syari'ah, serta praktik penyelesaian konflik yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sekaligus meningkatkan legitimasi sosial dalam proses penyelesaian perkara.

Ketua Program Studi S3 Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, mengatakan bahwa NgoPI Disertasi merupakan forum akademik yang dirancang untuk memperkaya substansi penelitian mahasiswa doktoral.

Ia berharap seluruh peserta dapat memberikan kritik, masukan, referensi, maupun perspektif baru guna memperkuat argumentasi ilmiah serta metodologi penelitian yang dipresentasikan.

Menurutnya, forum tersebut bukan hanya menjadi ruang evaluasi akademik, tetapi juga wadah kolaborasi intelektual agar setiap gagasan berkembang menjadi kontribusi ilmiah yang lebih komprehensif dan aplikatif.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi S3 Fiqh Modern, Dr. Syarifah Rahmatillah, M.H., menyampaikan optimismenya agar NgoPI Disertasi terus berkembang sebagai forum ilmiah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, selama penyelenggaraan 63 edisi, forum tersebut telah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik Program Doktor Fiqh Modern.

Ia menilai konsistensi penyelenggaraan forum di tengah dinamika akademik menunjukkan komitmen kuat program studi dalam membangun budaya ilmiah yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

"Menjaga sebuah forum diskusi hingga mampu bertahan selama 63 edisi tentu bukan pekerjaan yang mudah. Namun, kami terus berupaya agar NgoPI Disertasi tetap menjadi ruang berbagi ilmu pengetahuan, memperkuat tradisi akademik, serta mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa dalam membahas berbagai isu strategis di bidang hukum," ujarnya.

Penyelenggaraan NgoPI Disertasi edisi ke-63 kembali menegaskan komitmen Program Studi Doktor Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam membangun budaya akademik yang terbuka dan kolaboratif.

Selain menjadi forum pengayaan penelitian disertasi, kegiatan ini diharapkan terus menjadi media literasi ilmiah yang menjembatani dialog antara dunia akademik, praktisi, dan masyarakat dalam merespons perkembangan hukum serta kebijakan publik, khususnya di Aceh.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Membaca Putusan Sela Dokter Tifa dan Kalkulasi Pilihan Rasional
Polwan Polda Sumbar Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual oleh Atasan Berpangkat AKBP, Mengaku Diancam Mutasi hingga PTDH
Kasat Narkoba Polres Tangsel dan Enam Anggota Ditangkap Bareskrim, Terlibat Kasus Peredaran Gelap Narkotika
Lima Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Pria hingga Tewas di Tabanan, KSP Dudung: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Indonesia
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Minta Status Tersangka Kasus Korupsi MBG Dibatalkan
Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Prabowo dan Jaksa Agung: Izinkan Saya Membuktikan Kebenaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru