BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

BGN Perketat Standar Dapur MBG, Kualitas Gizi Jadi Tolok Ukur Utama

Nurul - Senin, 27 Juli 2026 17:49 WIB
BGN Perketat Standar Dapur MBG, Kualitas Gizi Jadi Tolok Ukur Utama
ilustrasi - Makan Bergizi Gratis. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa kualitas gizi menjadi tolok ukur utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7/2026), Sudaryono menekankan bahwa tujuan utama program MBG bukan sekadar menyediakan makanan bagi para penerima manfaat, melainkan memastikan kebutuhan gizi mereka benar-benar terpenuhi.

"Program ini adalah Makan Bergizi Gratis, bukan makan enak gratis ataupun makan banyak gratis. Yang menjadi ukuran utama adalah terpenuhinya kebutuhan gizi bagi para penerima manfaat," ujar Sudaryono.

Baca Juga:

Selain kualitas gizi, BGN juga mendorong agar pelaksanaan program mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari daerah sekitar.

Sudaryono menegaskan, pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi kepada SPPG yang tidak memenuhi standar operasional. Menurutnya, langkah pembenahan terus dilakukan demi menjaga kualitas layanan program MBG di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari evaluasi, BGN telah menutup secara permanen sebanyak 833 dapur MBG atau SPPG yang dinilai tidak memenuhi persyaratan. Pelanggaran yang ditemukan antara lain menyangkut aspek higienitas, sanitasi, kualitas makanan, hingga fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak sesuai standar.

Sebelum penutupan dilakukan, BGN telah memberikan kesempatan kepada pengelola dapur untuk melakukan perbaikan. Namun, setelah masa evaluasi berakhir, sejumlah dapur dinilai tidak menunjukkan perubahan sehingga operasionalnya dihentikan secara permanen.

Meski demikian, Sudaryono memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis kepada para siswa tetap berjalan normal. Distribusi makanan dari dapur yang ditutup akan dialihkan ke SPPG lain di sekitar wilayah terdampak agar para penerima manfaat tetap memperoleh layanan tanpa hambatan.

Ia juga kembali mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar menjadikan mutu gizi, keamanan pangan, kebersihan, serta tata kelola sebagai prioritas utama. Menurutnya, keberhasilan Program MBG akan diukur dari manfaat nyata yang diterima masyarakat, bukan hanya dari jumlah makanan yang dibagikan.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Siapkan Sistem Digital MBG, Orang Tua Bisa Cek Menu, Kandungan Gizi hingga Dapur Penyedia
Sudaryono: Dapur MBG Dilarang Pakai LPG 3 Kg, Minyakita hingga Beras SPHP
BGN Proses 48 ASN, Dugaan Judi Online dan Penyalahgunaan Dana Jadi Sorotan
Bersih-Bersih Program MBG! BGN Pecat 261 Pegawai, Tutup Permanen 833 SPPG, dan Larang Gunakan MinyaKita hingga Elpiji 3 Kg
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Minta Status Tersangka Kasus Korupsi MBG Dibatalkan
Sony Sonjaya Sebut Nama Nanik S Deyang dalam BAP Kasus Korupsi MBG: Tiga Kali Mengubah Nama Yayasan SPPG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru