BREAKING NEWS
Minggu, 16 Agustus 2026

9.375 Jiwa Terdampak Banjir Bandang Kota Solok, Satgas PRR Kebut Pemulihan Infrastruktur dan 115 Hektare Sawah

Raman Krisna - Sabtu, 15 Agustus 2026 21:11 WIB
9.375 Jiwa Terdampak Banjir Bandang Kota Solok, Satgas PRR Kebut Pemulihan Infrastruktur dan 115 Hektare Sawah
Tim Monev Khusus Satgas PRR yang dipimpin Kaposko Nasional Satgas PRR Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono meninjau pemulihan pascabencana di kawasan Solok Raya, Sumatera Barat. (Foto: dok : Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Penanganan sungai turut menjadi perhatian. Sedimentasi dan material kayu sisa galodo di Sungai Sawah, Nagari Junjung Sirih, dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah luapan air kembali merusak lahan pertanian warga.

Satgas PRR akan mengoordinasikan dukungan alat berat dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara pemerintah daerah melanjutkan pembersihan sungai, normalisasi darurat, serta penyediaan jembatan transisi di Nagari Muaro Pingai.

Sementara itu, di Kota Solok, banjir bandang dan longsor pada November 2025 berdampak terhadap 2.978 keluarga atau 9.375 jiwa yang tersebar di sembilan kelurahan.

Bencana tersebut juga merusak sekitar 14 kilometer badan jalan, empat ruas sungai, 11 titik jaringan irigasi, 292 fasilitas UMKM, satu koperasi, serta empat sistem penyediaan air minum.

Sebagai bagian dari penanganan permanen, proyek pengendalian banjir dan normalisasi Batang Gawan serta Batang Lembang dengan nilai sekitar Rp170 miliar kini memasuki tahapan tender tahun jamak.

Selain infrastruktur, pemulihan sektor pertanian menjadi agenda mendesak. Sebanyak 115 hektare sawah terdampak mengalami gangguan akibat kerusakan tanggul, sedimentasi, sampah, serta terbatasnya akses alat berat.

Kondisi tersebut mengganggu pasokan air ke lahan pertanian dan berpotensi memengaruhi produksi pangan masyarakat.

Untuk mengantisipasi gagal panen, Satgas PRR bersama Pemkot Solok mengoordinasikan pompanisasi darurat. Dukungan bibit cadangan dan pompa berskala besar juga akan dikonsolidasikan dengan Kementerian Pertanian.

Satgas PRR selanjutnya akan melanjutkan asistensi kepada pemerintah daerah serta mengawal koordinasi dengan Kementerian PKP, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Solok Raya.* (dh)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bukan Cuma Rumah Tahan Gempa, Warga Agam Terdampak Bencana Juga Dilatih Olah Ikan dan Pinang
Sawah Rusak 57 Ribu Hektare di Aceh, Nagan Raya Kejar Waktu Pulihkan Lahan sebelum Musim Tanam
Kirim 7 Pejabat Pusat ke Labuan Bajo dan Maumere, Prabowo Percepat Penanganan Gempa NTT
Prabowo Kirim 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT dalam 1-2 Hari
Panen Sekali Jadi Tiga Kali Setahun, Kisah Petani Ngawi di Balik 8 Tamu Spesial Prabowo di Sidang MPR
Indonesia Terlalu Luas dan Fasilitas Kesehatan Belum Merata, Istana Beber Alasan di Balik Dokter Terbang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru