Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Pemulihan lahan pertanian tersebut tidak cukup hanya dengan membersihkan sedimen. Permukaan sawah kini berada lebih tinggi daripada sumber air dan saluran irigasi.
Kondisi itu membuat air tidak dapat mengalir secara gravitasi. Jika tidak segera ditangani, kerusakan tersebut dapat mengancam keberlanjutan penghidupan para petani.
"Tantangan terberat saat ini berada pada pemulihan sektor ketahanan pangan. Lahan sawah seluas 46 hektare membutuhkan solusi mekanis atau sistem irigasi baru akibat perubahan kontur pascabencana," tulis Laksma TNI Nouldy Tangka, Koordinator Wilayah Aceh I Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dalam laporan kegiatannya.
Satgas PRR merekomendasikan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengkaji penyediaan sumur bor, pompa air, atau alat berat.
Sementara itu, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Aceh diperlukan untuk menangani enam titik tanggul yang masih belum memperoleh kepastian pembiayaan.
Penanganan sejumlah infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan Aceh Barat pascabencana.
Selain memperbaiki fasilitas umum, pemerintah perlu memastikan infrastruktur yang dibangun mampu menghadapi risiko bencana dan mendukung kembali aktivitas ekonomi serta kehidupan masyarakat.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.