BREAKING NEWS
Rabu, 02 September 2026

Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara

Abyadi Siregar - Rabu, 02 September 2026 16:39 WIB
Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara
Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG, Selasa, 1 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIDOARJO — Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut sebanyak 512 orang terpapar atau terdampak dalam kejadian tersebut.

Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat jumlah korban yang ditangani mencapai 566 orang.

Baca Juga:

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan angka 512 orang merupakan hasil investigasi yang diterima pihaknya dari petugas di lapangan.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Ketut mengatakan dari 512 orang yang terdampak, sebanyak 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebanyak 312 santri lainnya telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh.

Sementara itu, 120 santri masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.

BGN bersama Dinas Kesehatan terkait saat ini masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan.

Ketut mengatakan hasil investigasi nantinya akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.

Selain melakukan investigasi, BGN mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin yang memasok makanan MBG.

SPPG tersebut dikenai suspend dengan kategori berat selama 30 hari. Kepala SPPG juga diusulkan untuk dicopot dan diganti.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.

Ketut mengatakan langkah tersebut dilakukan sembari pemerintah memprioritaskan penanganan santri yang masih menjalani perawatan.

"Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," tuturnya.

Sebelumnya, para santri dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.

Data penanganan medis sebelumnya mencatat sekitar 500 santri telah mendapatkan penanganan.

Dari jumlah tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Sebanyak 65 pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan 115 lainnya masih dalam tahap observasi.

Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang dialami para santri.

"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Rafli mengatakan proses pengolahan makanan MBG dilakukan seperti biasanya.

Proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB dan makanan dikirim kepada penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

"Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah," tuturnya.

Selain santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Rafli mengungkapkan adanya laporan siswa dari luar pesantren yang mengalami keluhan serupa.

Sebanyak lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

"Lima itu ada SDN Kalitengah 1 dan 2," katanya.

Menurut Rafli, laporan tersebut diterima pihak SPPG pada Selasa malam, 1 September 2026.

"Ya laporannya masuknya tadi malam. Setelah konfirmasi pada keracunan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut jumlah korban yang ditangani mencapai 566 orang.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari 531 korban yang sebelumnya tercatat dan tambahan 35 orang yang dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu, 2 September 2026.

"Kurang lebih ada 35 (evakuasi hari ini). Di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada," kata Lakhsmie kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Perbedaan angka korban yang disampaikan BGN dan Dinas Kesehatan Sidoarjo menunjukkan pendataan masih berlangsung.

Pemerintah daerah dan BGN masih melakukan penanganan medis sekaligus investigasi untuk memastikan penyebab keracunan.

Untuk sementara, operasional SPPG Talang Angin dihentikan dan makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan.* (d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Dukung Reforma Agraria, Dorong Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Ekonomi Warga
Banyak Warga Pertanyakan Desil DTSEN, Dinsos Medan: Itu Kewenangan BPS, Bukan Pemko
448 Orang Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Dihentikan Sementara
Tambah 10.000 Penerima, PKH Medan Makmur Kini Sasar Lebih Banyak Lansia dan Disabilitas
Perubahan APBD Labusel 2026 Dibahas, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Naik Jadi Rp970,12 Miliar
262 Warga Gajah Sakti Terima Bantuan Beras, Wabup Rianto: Jangan Ada Pemotongan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru