Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara
SIDOARJO Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menya
NASIONAL
SIDOARJO — Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut sebanyak 512 orang terpapar atau terdampak dalam kejadian tersebut.
Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat jumlah korban yang ditangani mencapai 566 orang.Baca Juga:
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan angka 512 orang merupakan hasil investigasi yang diterima pihaknya dari petugas di lapangan.
"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Ketut mengatakan dari 512 orang yang terdampak, sebanyak 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebanyak 312 santri lainnya telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh.
Sementara itu, 120 santri masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.
BGN bersama Dinas Kesehatan terkait saat ini masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan.
Ketut mengatakan hasil investigasi nantinya akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.
Selain melakukan investigasi, BGN mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin yang memasok makanan MBG.
SPPG tersebut dikenai suspend dengan kategori berat selama 30 hari. Kepala SPPG juga diusulkan untuk dicopot dan diganti.
"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.
Ketut mengatakan langkah tersebut dilakukan sembari pemerintah memprioritaskan penanganan santri yang masih menjalani perawatan.
"Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," tuturnya.
Sebelumnya, para santri dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Data penanganan medis sebelumnya mencatat sekitar 500 santri telah mendapatkan penanganan.
Dari jumlah tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Sebanyak 65 pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan 115 lainnya masih dalam tahap observasi.
Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang dialami para santri.
"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Rafli mengatakan proses pengolahan makanan MBG dilakukan seperti biasanya.
Proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB dan makanan dikirim kepada penerima sekitar pukul 11.00 WIB.
"Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah," tuturnya.
Selain santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Rafli mengungkapkan adanya laporan siswa dari luar pesantren yang mengalami keluhan serupa.
Sebanyak lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.
"Lima itu ada SDN Kalitengah 1 dan 2," katanya.
Menurut Rafli, laporan tersebut diterima pihak SPPG pada Selasa malam, 1 September 2026.
"Ya laporannya masuknya tadi malam. Setelah konfirmasi pada keracunan," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut jumlah korban yang ditangani mencapai 566 orang.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari 531 korban yang sebelumnya tercatat dan tambahan 35 orang yang dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu, 2 September 2026.
"Kurang lebih ada 35 (evakuasi hari ini). Di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada," kata Lakhsmie kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Perbedaan angka korban yang disampaikan BGN dan Dinas Kesehatan Sidoarjo menunjukkan pendataan masih berlangsung.
Pemerintah daerah dan BGN masih melakukan penanganan medis sekaligus investigasi untuk memastikan penyebab keracunan.
Untuk sementara, operasional SPPG Talang Angin dihentikan dan makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan.* (d/ad)
SIDOARJO Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menya
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Awal (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi S
PEMERINTAHAN
MEDAN Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, menegaskan penentuan maupun perubahan peringkat desil 1 hingga 10 dalam Data
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan pelaksanaan reforma agraria tidak boleh berhenti pada persoalan sertifikat dan kepa
NASIONAL
SIDOARJO Ratusan santri Pondok Pesantren Manba&039ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengal
PERISTIWA
MEDAN Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap seorang warga Desa Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Mandailing Natal, Fauzan Lubis, divonis bebas dalam perkara dugaan korupsi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali normal pada Rabu, 2 September 20
NASIONAL
MEDAN Guru SD Negeri 060807 Medan berinisial DAL mengundurkan diri setelah dilaporkan orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota
PENDIDIKAN
MEDAN Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara, Boya Yanti Gultom, mengajak seluruh anggota menjadikan akhlak Rasulul
PEMERINTAHAN