BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Sekolah Libur Karena Karhutla Tapi Siswa Tetap Diminta Ambil Makan Bergizi, Ini Alasan Tak Terduga Kepala BGN

Johan - Jumat, 04 September 2026 12:13 WIB
Sekolah Libur Karena Karhutla Tapi Siswa Tetap Diminta Ambil Makan Bergizi, Ini Alasan Tak Terduga Kepala BGN
Suasana rapat kerja Komisi IX DPR dengan Pimpinan BGN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: Nasywa Athifah/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara terkait kabar siswa diminta tetap mengambil makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski sekolah diliburkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sudaryono menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena keputusan meliburkan sekolah disampaikan ketika dapur penyedia MBG telah menyiapkan makanan. Proses pengadaan bahan hingga memasak disebut sudah dilakukan sebelum adanya pengumuman libur.

"Ada karena karhutla kemudian sekolahnya libur. Tetapi diumumkan di saat dapurnya sudah memasak, sudah beli bahan baku, sudah dicacah, sudah persiapan," ujar Sudaryono seusai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, dikutip Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Sudaryono, makanan yang telah dipersiapkan tersebut tetap harus disalurkan pada hari itu agar tidak terbuang. Karena itu, dalam kondisi tertentu siswa atau orang tua diminta mengambil makanan yang sudah tersedia.

Ia menegaskan BGN tidak memaksakan pelaksanaan distribusi MBG apabila pemerintah daerah telah menetapkan sekolah diliburkan akibat kondisi tertentu, termasuk karhutla.

"Intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah. Libur atau tidak libur, kami mengikuti. Kami tidak pernah memaksa demi MBG, walaupun ada karhutla, sekolah tetap buka," jelasnya.

Sudaryono mengatakan keputusan terkait kegiatan sekolah menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai tingkat pendidikan. Untuk jenjang SMA, kebijakan berada di pemerintah provinsi melalui gubernur. Sementara SD dan SMP berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten atau kota.

"Untuk SMA itu di pemerintah gubernur, kemudian SD, SMP di bupati atau wali kota. Kami serahkan. Begitu libur, kemudian MBG mengikuti," kata Sudaryono.

BGN, lanjutnya, akan menyesuaikan pelaksanaan program MBG dengan kebijakan pemerintah daerah, termasuk ketika sekolah harus diliburkan karena kondisi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar distribusi program MBG tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan keputusan pemerintah setempat.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dicecar DPR soal Ganti Rugi Siswa Keracunan MBG, Kepala BGN Blak-blakan Ngaku Belum Ada Kompensasi Resmi
Siswa Terus Jadi Korban, Komnas HAM Desak Dapur Makan Bergizi Gratis Disetop dan Diusut Tuntas
Sebut Alasannya Mengada-ada, Sudaryono Resmi Batalkan Proyek Janggal LED Rp 535 Miliar di BGN
Bongkar Penyebab Utama, BGN Sebut 80 hingga 90 Persen Kasus Keracunan MBG Terjadi Akibat Langgar SOP Dapur
Usut Tuntas Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Periksa 11 Saksi Kunci Mulai dari Tenaga Ahli hingga Peruri
"Matikan Kamera Langsung Kena SP", BGN Perketat Pengawasan Petugas MBG Lewat Zoom - Sejumlah Kasus Keracunan Naik ke Penyidikan Polisi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru