BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Kupas Tuntas Sentilan Menko Pangan Zulhas: Ikan Indonesia Dicuri Asing Rp 200 Triliun per Tahun Akibat Kapal Nelayan Kita Kalah Tangguh

Johan - Jumat, 04 September 2026 12:17 WIB
Kupas Tuntas Sentilan Menko Pangan Zulhas: Ikan Indonesia Dicuri Asing Rp 200 Triliun per Tahun Akibat Kapal Nelayan Kita Kalah Tangguh
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: Liputan6/Arief RH)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyoroti kesejahteraan nelayan Indonesia yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus kedaulatan negara.

Zulhas menyebut berdasarkan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pencurian ikan di wilayah laut Indonesia masih menjadi persoalan. Nilai ikan yang dicuri disebut mencapai lebih dari Rp200 triliun setiap tahun.

"Kalau nelayan kita lemah, kata Menteri KKP, ikan kita dicuri per tahun kira-kira Rp200 triliun lebih oleh Vietnam, Thailand, India, dan Jepang. Karena mereka nelayannya tangguh," kata Zulhas saat peluncuran buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Zulhas, kondisi tersebut tidak terlepas dari kemampuan nelayan Indonesia yang masih kalah bersaing dengan nelayan dari sejumlah negara lain. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan armada yang dimiliki nelayan Indonesia.

Ia mengatakan banyak nelayan Indonesia masih menggunakan kapal berukuran kecil sehingga wilayah operasional penangkapan ikan menjadi terbatas.

"Karena makmur, punya kapal-kapal besar. Kita tidak punya, kita hanya berlayar dekat karena kapal-kapal kecil," ujarnya.

Selain persoalan armada, Zulhas menilai nelayan Indonesia juga menghadapi masalah rendahnya daya tawar terhadap hasil tangkapan. Kondisi tersebut membuat nelayan berada dalam posisi yang kurang menguntungkan ketika menjual ikan.

Menurutnya, ikan merupakan komoditas yang mudah rusak sehingga nelayan sering kali tidak memiliki banyak pilihan ketika harus segera menjual hasil tangkapannya.

"Apa yang terjadi nelayan itu karena dia tidak punya daya tawar. Tidak punya pendukung. Dia serajin apa pun kalau dapat ikan, dia tidak punya daya tawar. Tetap ditawar rendah, harganya murah. Kalau tidak, ikannya busuk," kata Zulhas.

Ia menegaskan peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan Indonesia atas wilayah laut.

"Kalau nelayan kita miskin, maka lautan kita bisa dikuasai nelayan lain," tegasnya.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan daya tawar hasil tangkapan nelayan. Zulhas menyebut dukungan pemerintah melalui berbagai program bantuan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat, termasuk nelayan dan petani.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh, KKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Petambak
Satgas PRR Pacu Kebangkitan Ekonomi Aceh, Tambak dan Kopi Gayo Jadi Motor Pemulihan
Pemprov Sumut dan KKP Perkuat Sinergi Pulihkan Sektor Kelautan Pascabanjir
Zulhas: Pemerintah Bangun Budi Daya Ikan di 40 Ribu Desa, Targetkan Indonesia Jadi Raja Ekspor Protein
Pemko Tanjungbalai Gandeng BPPMHKP Perkuat Sertifikasi Mutu Perikanan, Bidik Pasar Ekspor
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Penerbitan PKKPR PT MUD di Tebo, Nama Bupati dan Gubernur Jambi Ikut Terseret
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru