Supris Resmi Bergabung, Koti Pemuda Pancasila Sumut Gelar Syukuran dan Santuni Puluhan Anak Yatim
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
SIDOARJO — Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Rafli Ridho.
Pencopotan dilakukan setelah BGN menemukan unsur kelalaian yang disengaja dalam insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden tersebut menimpa ratusan siswa dan santri di Sidoarjo setelah menyantap makanan yang dipasok dari SPPG Kalitengah.Baca Juga:
Selain mencopot kepala dapur, BGN menjatuhkan sanksi suspend berat dengan menghentikan operasional SPPG Kalitengah selama 30 hari.
Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pencopotan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas dugaan ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BGN.
"Jadi dia sudah tidak bisa lagi menangani dapur karena kelalaian ataupun ketidakpatuhan terhadap SOP. Itu kan tanggung jawab Kepala Dapur," kata Trenggono saat ditemui di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).
Trenggono mengatakan sanksi yang diberikan BGN saat ini ditujukan kepada institusi SPPG dan pihak yang bertanggung jawab terhadap operasional dapur sehari-hari.
Adapun pemilik dapur belum dikenai sanksi oleh BGN.
"Bukan pemilik SP, tetapi kepala dapur yang dicopot. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan dan kepala dapurnya (dicopot)," ujar Trenggono.
BGN masih melakukan penelusuran terhadap pelanggaran prosedur yang terjadi dalam pengolahan hingga distribusi makanan MBG dari SPPG Kalitengah.
Jika nantinya ditemukan pelanggaran SOP yang dilakukan secara sengaja dan berulang, BGN membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi yang lebih berat.
Trenggono mengatakan BGN tidak menutup kemungkinan menghentikan operasional SPPG Kalitengah secara permanen jika terbukti tidak menjalankan SOP dengan baik.
"Makanya kami lihat. Apabila dapur nanti tidak melaksanakan SOP dengan baik, kesengajaan, dan ini tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi aturan dari BGN, ya bisa kita suspend permanen," tegasnya.
Sementara itu, Rafli Ridho telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa ratusan penerima manfaat program MBG di Sidoarjo.
"Mohon maaf ya, saya menyesal," tutur Rafli singkat kepada wartawan, Rabu (3/9/2026).
Kepala BGN Sudaryono sebelumnya mengungkap temuan awal terkait penyebab terjadinya insiden tersebut.
Menurut Sudaryono, makanan MBG dari SPPG Kalitengah telah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan prosedur keamanan pangan BGN, makanan tersebut idealnya dikonsumsi paling lambat sebelum pukul 09.00 WIB atau maksimal pukul 10.00 WIB.
Namun, makanan tersebut justru dikirim ke sejumlah sekolah setelah pukul 11.00 WIB dan baru dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.
"Yang menjadi kenyataannya ya, di lapangan, itu ompreng yang harusnya dimakan sebelum jam 10.00, dikirim ke sekolah di atas jam 11.00, kalau tidak salah 11.30 apa 11.40, baru dimakan di atas jam 12.00 oleh para siswa itu," papar Sudaryono.
Sudaryono menilai keterlambatan tersebut bukan sekadar kecelakaan atau kejadian yang tidak disengaja.
Ia menyebut terdapat unsur kelalaian yang disengaja dalam pelanggaran prosedur tersebut.
"Nah, jadi Anda ini berarti ini adalah kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja," kata Sudaryono dengan nada tegas.
Insiden keracunan massal tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026.
Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG dari SPPG Kalitengah.
Keluhan yang dialami korban antara lain pusing, lemas, dan mual-mual.
Tidak hanya santri di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, sejumlah siswa dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama juga mengalami gejala serupa.
Para korban kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data BGN hingga Jumat, 4 September 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah korban terdampak insiden tersebut mencapai 748 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 728 pasien telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. Sementara 20 pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
BGN masih melakukan penelusuran terhadap insiden tersebut, termasuk mengevaluasi kepatuhan SPPG Kalitengah terhadap prosedur keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.* (km/ad)
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
DELI SERDANG Dugaan keracunan setelah sejumlah siswa SMAN 1 Lubukpakam mengalami sakit perut usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG)
PERISTIWA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yan
EKONOMI
OlehMargarito KamisINDONESIA harus diakui, mengambil rute organik yang berbeda dengan premis dasar liberalisme dan kapitalisme, dua kembara
OPINI
JAKARTA Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta wilayah Areal Penggunaan Lain (APL) yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (k
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hujan deras menjadi salah satu cara efektif untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang menghapus pidana tambahan berup
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang meninjau pembangunan gedung kantor dinas di kawasan Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan swasembada pangan merupakan bagian penting dari kedaulat
EKONOMI
JAKARTA Polri mencatat sebanyak 112 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atau terduga dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lah
HUKUM DAN KRIMINAL