BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Menko Yusril Bantah Narasi “Jangan Salahkan Ormas” dalam Kasus Kematian Bambang Setiawan

Adelia Syafitri - Jumat, 04 September 2026 17:30 WIB
Menko Yusril Bantah Narasi “Jangan Salahkan Ormas” dalam Kasus Kematian Bambang Setiawan
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (foto: Yusril Ihza Mahendra/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Pernyataan yang diklaim berasal dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra beredar di media sosial.

Pernyataan itu menyebut Yusril meminta masyarakat tidak menyalahkan organisasi kemasyarakatan atau ormas dalam kasus kematian Bambang Setiawan.

Namun, informasi tersebut tidak benar.

Baca Juga:

Yusril tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang beredar di media sosial.

Narasi tersebut muncul setelah unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026 berujung kericuhan pada malam hari.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pedagang kaca bernama Bambang Setiawan (59) meninggal dunia setelah diduga dikeroyok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Narasi yang beredar di media sosial menyebut:

"Pedagang Kaca Dikroyok Saat Kericuhan, Yusril: Jangan Salahkan Ormas"

Dalam narasi tersebut, Yusril disebut meminta masyarakat tidak terburu-buru menuding individu, kelompok, maupun organisasi tertentu, termasuk ormas.

Namun, klaim tersebut dibantah langsung oleh Yusril melalui akun Threads miliknya yang telah terverifikasi.

Yusril menegaskan dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan agar ormas tidak disalahkan dalam kasus kematian Bambang Setiawan.

"Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut dalam kesempatan apa pun," demikian unggahan Threads, Kamis (3/9/2026).

Dalam perkembangan kasus kematian Bambang Setiawan, Yusril justru menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Menurut dia, proses hukum tidak boleh membedakan seseorang berdasarkan latar belakang, kelompok, maupun organisasi yang diikutinya.

"Semua orang mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum dan tidak boleh ada diskriminasi dalam penegakan hukum," kata Yusril, Kamis (3/9/2026).

Yusril juga mendorong aparat penegak hukum mengungkap secara terang kasus kematian Bambang Setiawan, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

Narasi yang mengatasnamakan Yusril tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook.

Unggahan itu mengaitkan kematian Bambang Setiawan dengan kericuhan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Dalam narasi tersebut juga disebutkan bahwa aparat masih menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian kekerasan yang terjadi.

Namun, klaim bahwa Yusril meminta masyarakat tidak menyalahkan ormas telah dinyatakan tidak benar.

Narasi Yusril meminta ormas tidak disalahkan dalam kasus kematian Bambang Setiawan perlu diluruskan.

Melalui media sosial resminya, Yusril membantah pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

Sebaliknya, Yusril menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum dan meminta aparat mengungkap kasus kematian Bambang Setiawan secara terang.

Masyarakat juga diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkan kembali konten yang beredar di media sosial.* (km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dokter di Dairi Jadi Korban Perampokan, Pelaku Bawa Kabur Uang dan Cincin
Pemko Tanjungbalai Dukung Reforma Agraria, Dorong Penataan Lahan yang Adil dan Berkelanjutan
Wakil Wali Kota Medan Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Bencana, Sekolah Harus Aman dan Tangguh
Desk Ketenagakerjaan Polri dan Mediasi, Jalan Tengah Selesaikan Sengketa PHK
Sidang Kuota Haji Memanas! 24 Anggota Panja DPR Disebut Minta 3.000 Riyal, Begini Respons Tegas KPK
Sebut Alasannya Mengada-ada, Sudaryono Resmi Batalkan Proyek Janggal LED Rp 535 Miliar di BGN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru