BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Refleksi Rido Hermawan: Ketika Manusia Terpisah dari Dirinya dan Alam

gusWedha - Jumat, 02 Oktober 2026 21:50 WIB
Refleksi Rido Hermawan: Ketika Manusia Terpisah dari Dirinya dan Alam
Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan, M.Sc., pengamat pertahanan, kebudayaan, dan kebangsaan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Rido, cara pandang tersebut juga memiliki konsekuensi terhadap penyelenggaraan negara.

Negara, kata dia, tidak cukup hanya berperan sebagai pengatur dan pengendali. Negara juga perlu memastikan kehidupan masyarakat berjalan secara seimbang.

"Pembangunan manusia harus berjalan bersama pembangunan lingkungan, pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama keadilan sosial, kemajuan teknologi harus berjalan bersama etika, dan kekuatan negara harus berjalan bersama kesejahteraan rakyat," tulisnya.

Karena itu, keberhasilan pembangunan menurut Rido tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi atau jumlah infrastruktur yang dibangun.

Pertanyaan yang juga penting adalah apakah masyarakat semakin bermartabat, kehidupan semakin adil, lingkungan semakin terjaga, hubungan antarmanusia semakin kuat, dan generasi mendatang masih mempunyai ruang hidup yang layak.

Indonesia dan Nilai Keselarasan

Rido menilai Indonesia memiliki banyak warisan nilai yang mengajarkan hubungan antara manusia, masyarakat, alam, dan nilai luhur.

Gotong royong, musyawarah, penghormatan terhadap alam, serta tanggung jawab terhadap komunitas merupakan bagian dari kekayaan sosial yang telah lama hidup di berbagai wilayah Nusantara.

"Kita tidak harus kembali ke masa lalu. Namun, mungkin kita perlu menengok kembali nilai-nilai yang pernah membuat manusia Nusantara memahami bahwa kehidupan bukan hanya tentang diri sendiri. Warisan itu tidak seharusnya berhenti sebagai simbol budaya; ia perlu diterjemahkan menjadi cara berpikir dalam pendidikan, ekonomi, pembangunan, tata kelola pemerintahan, dan kehidupan sosial," jelasnya.

Menurut Rido, persoalan bangsa bukan karena manusia tidak mampu membangun.

Manusia telah mampu menciptakan gedung, jalan, kota, industri, teknologi, hingga sistem ekonomi yang kompleks.

Namun, ada pertanyaan mendasar yang perlu terus dijawab: untuk siapa semua pembangunan tersebut dilakukan dan kehidupan seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Harapan Dunia Usaha Menuju 2027
1,69 Juta Warga Sumut Masuk Kategori Sangat Miskin
13.702 Keluarga di Sumut Terima Bantuan Pascabencana, Tapanuli Tengah Terbesar
Sidang Ijazah Memanas Kubu Dokter Tifa Ngotot Desak JPU Hadirkan Jokowi di Persidangan
Kumpul di Istana Maimun 23 Paguyuban Suku dan Tokoh Agama Bersatu Redam Konflik di Sumut
Dari 8 Persen Jadi 16,70 Persen, Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Dikebut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru