BREAKING NEWS
Selasa, 07 Juli 2026

Pencabutan Kartu Merah Balogun Memanas, Parlemen Eropa Desak Selidiki Presiden FIFA Gianni Infantino: Ada Tekanan Trump?

Dharma - Selasa, 07 Juli 2026 20:51 WIB
Pencabutan Kartu Merah Balogun Memanas, Parlemen Eropa Desak Selidiki Presiden FIFA Gianni Infantino: Ada Tekanan Trump?
Presiden FIFA Gianni Infantino. (foto: Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Perselisihan terkait pencabutan hukuman kartu merah striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, kini memasuki babak baru.

Parlemen Eropa ikut turun tangan dengan meminta adanya penyelidikan terhadap proses pengambilan keputusan FIFA yang dinilai menimbulkan tanda tanya.

Sejumlah anggota Parlemen Eropa pada Selasa (7/7/2026) meluncurkan inisiatif yang menyerukan penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.

Baca Juga:

Mereka ingin mengetahui apakah tekanan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki pengaruh terhadap keputusan FIFA mencabut skorsing Balogun.

Dikutip dari Euronews, surat tersebut ditujukan kepada 27 asosiasi sepak bola anggota Uni Eropa.

Para anggota parlemen meminta organisasi sepak bola Eropa tersebut mengambil langkah resmi dengan mendorong FIFA membuka penyelidikan terkait mekanisme keputusan dalam kasus Balogun.

"Kami merasa bahwa sudah saatnya Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), yang semuanya merupakan asosiasi anggota FIFA, untuk turun tangan dan meminta FIFA untuk menyelidiki proses pengambilan keputusan (dalam kasus Balogun)," demikian bunyi isi surat tersebut.

Polemik Kartu Merah Balogun

Kasus ini bermula ketika Folarin Balogun mendapat kartu merah dalam pertandingan Amerika Serikat melawan Bosnia Herzegovina pekan lalu.

Berdasarkan aturan kompetisi, kartu merah biasanya membuat pemain otomatis menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Kondisi tersebut membuat Balogun seharusnya tidak dapat tampil ketika Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Namun, FIFA kemudian menangguhkan hukuman tersebut melalui mekanisme aturan yang sebelumnya belum pernah digunakan dalam ajang Piala Dunia.

Keputusan itu langsung menuai perhatian setelah Presiden Donald Trump mengakui telah melakukan komunikasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kartu merah Balogun.

Trump menyebut hukuman tersebut tidak adil, tetapi menegaskan dirinya tidak meminta imbalan apa pun dari komunikasi tersebut.

Setelah keputusan FIFA keluar, Trump menyampaikan apresiasi kepada Infantino atas pencabutan skorsing tersebut.

Sementara itu, Infantino menyatakan dirinya telah menjelaskan kepada Trump bahwa badan disiplin FIFA memiliki kewenangan independen dalam mengambil keputusan.

UEFA dan Belgia Pertanyakan Keputusan FIFA

Keputusan FIFA mencabut hukuman Balogun memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Eropa.

UEFA menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat dibenarkan.

Federasi Sepak Bola Belgia juga mengajukan protes resmi terkait kelayakan Balogun untuk tampil dalam pertandingan melawan Belgia.

Selain itu, Komisaris Eropa Glenn Micallef turut menyampaikan kritik dan menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang keliru.

Parlemen Eropa Soroti Netralitas FIFA

Surat yang digagas oleh anggota Parlemen Eropa Barry Andrews dari kelompok Renew Europe, serta Lara Wolters dan Niels Fuglsang dari kelompok Sosialis dan Demokrat, saat ini masih beredar untuk mengumpulkan dukungan tanda tangan dari anggota parlemen lainnya.

Dalam surat tersebut, anggota parlemen meminta agar asosiasi sepak bola Eropa memastikan adanya pertanggungjawaban terhadap pejabat tinggi FIFA apabila ditemukan pelanggaran terkait prinsip netralitas politik.

"Mendesak asosiasi sepak bola untuk memastikan bahwa para pejabat senior FIFA dimintai pertanggungjawaban jika ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka melanggar aturan tentang netralitas politik," tulis surat tersebut.

Mereka juga mengingat kembali surat sebelumnya yang ditandatangani oleh 50 anggota Parlemen Eropa terkait permintaan penyelidikan atas pemberian penghargaan perdamaian FIFA kepada Presiden Donald Trump.

Hingga kini, FIFA belum memberikan keputusan akhir terkait desakan penyelidikan tersebut.

Polemik ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian karena menyangkut isu independensi badan sepak bola dunia dan hubungan antara olahraga dengan kepentingan politik.* (km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Enam Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026, Belgia Susul Spanyol Usai Drama 16 Besar
Belgia Mengamuk di Seattle, AS Tersingkir Usai Dihajar 4-1 di Piala Dunia 2026
Gol Dramatis Mikel Merino Antar Spanyol Singkirkan Portugal ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Ketua DPRD Binjai Terima Audiensi SAPMA IPK, Dukung Turnamen Futsal untuk Pembinaan Generasi Muda
Inggris Lolos Dramatis ke Perempatfinal! Taklukkan Meksiko 3-2 Meski Bermain dengan 10 Pemain
Haaland Bungkam Brasil, Norwegia Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru