Dari 'Kiamat' 1883 Hingga Tsunami 2018: Mengapa Anak Krakatau Tetap Jadi 'Bom Waktu' Selat Sunda?
JAKARTA Gunung Krakatau menjadi salah satu gunung api yang paling dikenal dalam sejarah dunia. Erupsi dahsyat pada 1883 menghancurkan seba
NASIONAL
Oleh:Ono Sarwono.
PADA suatu kesempatan belum lama ini Presiden Prabowo Subianto menyatakan adanya mazhab serakahnomics di negeri ini. Itu sindiran terhadap sebagian pengusaha yang serakah, praktik ekonomi tidak beretika dan tidak berkeadilan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , serakah itu artinya selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki; loba; tamak; rakus. Jadi, mereka yang serakah itu merasa tidak pernah cukup dan terus menumpuk kekayaan dengan cara apa pun.
Baca Juga:
Dalam perspektif dunia wayang, mazhab demikian itu disebut Rahwananomics atau Dasamukanomics. Dasamuka ialah titah angkara yang tidak pernah puas dengan segala kemewahan yang telah digenggam dan terus memburu nafsu duniawi.
Perilaku rakus seperti itu dalam kearifan lokal dikenal dengan ungkapan ngemperi jagad, dunia halaman rumahnya. Maknanya, dunia seisinya ingin dikuasai sendiri. Gambaran tentang makhluk yang terus memuaskan syahwat dengan segala cara.
NAIK TAKHTA
Rahwana menjadi simbol keserakahan ialah karma dari kelakuan hina-ria orangtuanya. Ia buah nafsu terlarang dua insan berlainan jenis yang lupa daratan. Wisrawa-Sukesi bersanggama dalam gelora birahi yang belum terikat suami-istri.
Sejatinya dari bibit dan bobot, Rahwana bukan keturunan insan sembarangan. Wisrawa ialah resi kondang yang menjadi guru banyak orang. Sukesi putri tunggal Raja Alengka Prabu Sumali yang juga sangat terkenal seantero jagat.
Pertemuan bapak dan ibunya terjadi ketika Sukesi mengadakan sayembara bertitel Sastrajendra hayuningrat pangruwating diyu. Siapa pun yang bisa mengajarkan ilmu tersebut, bila lelaki, menjadi suaminya dan kalau wanita, menjadi saudaranya.
Suatu hari Wisrawa datang ke Alengka melamar Sukesi untuk dinikahkan dengan putranya, Danapati, Raja Lokapala. Namun, Sukesi kukuh dengan sayembaranya. Karena itu, tidak ada jalan lain, Wisrawa harus membeberkan ilmu wingit tersebut.
Syarat mengajarkan ilmu itu tidak boleh ada orang lain dan dalam kamar tertutup. Di situlah Wisrawa dan Sukesi saling tertarik dan kemudian terperangkap dalam gelegak libido. Akhirnya, terjadilah sesuatu yang semestinya tidak boleh terjadi.
Pascaperzinaan itu keduanya menikah. Jadi, Sukesi yang awalnya dilamar Wisrawa untuk dijadikan menantu malah menjadi istri. Tak lama kemudian lahirlah Rahwana dan menyusul Kumbakarna, Sarpakenaka, dan Gunawan.
Ketika dewasa, Rahwana nglungsur kawibawan menjadi raja bergelar Prabu Dasamuka menggantikan Prabu Sumali yang turun takhta karena menua. Prahasta (adik Sukesi) mendapat tugas mendampingi raja muda dengan jabatan patih.
JAKARTA Gunung Krakatau menjadi salah satu gunung api yang paling dikenal dalam sejarah dunia. Erupsi dahsyat pada 1883 menghancurkan seba
NASIONAL
JAKARTA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan tidak ada dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang digunakan untuk pembuatan mau
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta dugaan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diikuti pembukaan kebun sawit diselidiki. Perm
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan korupsi terk
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta daftar korporasi yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera diserahk
NASIONAL
BANDA ACEH Tradisi intelektual Islam di Indonesia berkembang dengan corak yang berbeda di setiap pusat pendidikan Islam. Yogyakarta, Malan
NASIONAL
LEMBATA Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Senin (7/9/2026) sore. Letusan terjadi s
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat 20.643 penindakan hingga Agustus 2026. Dari seluruh penindakan tersebut, total n
EKONOMI
MEDAN Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Utara (Sumut) Sugiat Santoso meminta seluruh kader Gerindra yang berada di lembaga eksekutif
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas memastikan dua kepala lingkungan (kepling) yang ditangkap polisi karena diduga terlibat peredaran narkoba
PEMERINTAHAN