Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG, Tegaskan Program Strategis untuk Generasi Emas 2045
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
Oleh:Michael F. Umbas.
TAHUN 2025 segera tutup buku. Momen ini bukan sekadar pergantian kalender, tapi sebuah etape pembuktian sejarah bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Setelah melewati fase transisi yang dinamis, tahun ini menjadi panggung pembuktian: janji kampanye tak lagi sebatas retorika, tapi dieksekusi menjadi kebijakan yang menyentuh urat nadi rakyat. Filosofinya sederhana namun menukik.Baca Juga:
Dalam satu kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan pesan krusial: pastikan program prioritas "dirasakan oleh rakyat, bukan hanya menjadi angka statistik."
Komitmen leadership ini selaras dengan pandangan Franklin D. Roosevelt, "The test of our progress is not whether we add more to the abundance of those who have much, but whether we provide enough for those who have too little."
Pernyataan itu menjadi kompas moral kabinet. Kesuksesan tidak diukur dari tumpukan laporan di atas meja, melainkan dari dampak nyata di dapur dan dompet rakyat.
Mari sejenak kita pinggirkan kebisingan politik dan menatap realitas dengan jernih. Rapor tahun pertama ini menunjukkan grafik meyakinkan. Di tengah badai ketidakpastian global dan ancaman resesi, Indonesia justru mencatatkan anomali positif. Ketahanan fondasi ekonomi kita teruji.
Saat banyak negara maju sempoyongan dihajar inflasi, Indonesia berdiri tegak. Pertumbuhan ekonomi stabil di angka 5% dan inflasi berhasil dikurung di kisaran 2%. Harga bahan pokok terjaga, bukti mesin ekonomi bekerja efektif. Keberhasilan ini tak lepas dari pembenahan fundamental tata kelola data.
Dalam Rakornas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) 13 November lalu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (mewakili Presiden) menegaskan bahwa data adalah fondasi mutlak.
Tanpa data yang benar, kebijakan akan meleset. Hasilnya monumental, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kemiskinan nasional ditekan ke level 8,47%. Rekor terendah dalam sejarah modern bangsa. Ini bukti strategi pemerintah sukses membumi, mengangkat mereka yang paling rentan.
Kepercayaan dunia usaha pun terbayar lunas. Realisasi investasi menembus Rp 1.434 triliun, naik 13% dari tahun sebelumnya. Tak hanya angka di atas kertas, pemerintah bergerak taktis menerjemahkan investasi itu menjadi lapangan kerja.
Di panggung internasional, wibawa Indonesia kian menjulang. Diplomasi global kita makin diperhitungkan. Di bawah komando Presiden Prabowo, Indonesia bukan lagi penonton, melainkan pemain kunci (key player) yang strategis dalam percaturan geopolitik.
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik markup dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan Badan Gizi Nasional (B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa salah satu laporan yang menjadi bagian dari proses pengusutan dugaan k
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Pr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik dari Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) da
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara resmi mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, dr. Wahy
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MB
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) mengamankan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IT dan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa seorang oknum anggota polisi berinisial Aiptu ZK yang mengajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kep
HUKUM DAN KRIMINAL