BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

Neurorights dan Rights to Be Forgotten

- Kamis, 07 Mei 2026 07:56 WIB
Neurorights dan Rights to Be Forgotten
Natalius Pigai, Menteri HAM RI. (foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Blockchain, Virtual Reality (VR), Robotika, analisis data canggih, dan kecerdasan manusia yang terpusat.

6. Tren Teknologi Utama Saat Ini, AI dan Machine Learning

Sistem cerdas yang meniru kognisi manusia. Evolusi ini menunjukkan pergeseran dari teknologi yang membantu fisik manusia menjadi teknologi yang membantu kognisi manusia (kecerdasan).

Ketika teknologi menguasai manusia maka manusia harus Bersiap-siap menghadapi dan antisipasi.

Sebagai menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, saya menyiapkan hukum HAM progresif untuk menjaga kedigdayaan, harkat dan martabat manusia dari ancaman nyata teknologi.

Ada dua kebijakan Kementerian HAM yang sedang dipersiapkan yakni:

1. Neuro-rights law (hukum neuro-rights) adalah prinsip etika, hukum, dan sosial yang bertujuan melindungi ranah mental dan otak manusia dari potensi penyalahgunaan teknologi neuroteknologi yang canggih.

Ini merupakan pengembangan hak asasi manusia untuk menjamin privasi mental, identitas pribadi, dan kehendak bebas individu di era AI dan neuroteknologi.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai neuro-rights law: tujuan utamanya adalah melindungi privasi pikiran, mencegah manipulasi otak, dan memastikan penggunaan teknologi saraf yang etis.

Kita mesti dan harus menghadirkan Hukum HAM ini karena teknologi pembacaan otak (seperti MRI, fMRI, EEG) dan antarmuka otak-komputer semakin mampu membaca, memanipulasi, atau merekam aktivitas mental.

Beberapa negara mulai mengadopsi prinsip ini, termasuk inisiatif untuk menjadikannya hak asasi manusia baru untuk melindungi martabat manusia.

Neuro-rights dianggap sebagai perluasan dari hak asasi manusia yang sudah ada untuk mengatasi risiko spesifik dari kemajuan pesat neuroteknologi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wujudkan Generasi Emas, DWP Sumut Dorong Ibu Jadi Kunci Penguatan Literasi Anak
Pemko Medan Percepat Pembebasan Lahan Sungai Kera, Proyek Banjir World Bank Dikebut
Sidang Etik Polri Polda Sumut Putuskan Kompol DK Dipecat Tidak Hormat, Banding Ditempuh
Universitas Muhammadiyah Aceh Resmi Buka Program Magister Hukum
Harga Bawang Merah di Sumut Merangkak Naik, Asahan Tembus Rp 46 Ribu per Kg
Saksi Ungkap Cairan Air Keras ke Andrie Yunus Berbau Menyengat dan Rusak Motor Korban
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru